Hilirisasi Riset Prodi : Kaprodi Sosiologi Agama Menyerahkan Model Pemberdayaan kepada Deputi Bappenas tentang SDG’s Desa
Program Studi Sosiologi Agama menunjukkan komitmen strategisnya dalam memperkuat hilirisasi riset melalui penyampaian hasil pene
Program Studi Sosiologi Agama menunjukkan komitmen strategisnya dalam memperkuat hilirisasi riset melalui penyampaian hasil penelitian yang dapat diimplementasikan pada level kebijakan nasional. Pada kegiatan akademik yang digelar baru-baru ini, Kaprodi Sosiologi Agama Bapak Dr. Mahatva Yoga Adi Pradana, M.Sos. secara resmi menyerahkan Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDG’s Desa kepada Bapak Dr. Ir. Suprayoga Hadi, M.S.P Deputi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Republik Indonesia.
Kaprodi Sosiologi Agama menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah dalam mempercepat hilirisasi riset. Ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat produksi ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai penggerak implementasi kebijakan berbasis data. Model pemberdayaan yang disusun diharapkan dapat menjadi referensi aplikatif bagi pemerintah daerah dalam mencapai target Sustainable Development Goals (SDG’s), khususnya pada aspek pembangunan desa.
Deputi Bappenas menyambut baik inisiatif tersebut dan menekankan bahwa kontribusi akademik dari perguruan tinggi sangat dibutuhkan dalam merancang intervensi pembangunan yang efektif dan berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa model pemberdayaan yang diterima akan dikaji lebih lanjut untuk melihat peluang integrasi dalam perencanaan pembangunan desa berbasis SDG’s pada skala nasional.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa hilirisasi riset bukan hanya wacana, melainkan gerakan kolaboratif yang memungkinkan hasil penelitian memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan adanya sinergi antara Prodi Sosiologi Agama dan Bappenas, diharapkan model pemberdayaan ini dapat memperkuat arah pembangunan desa yang lebih inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.