Program Studi Sosiologi Agama Mendukung Praktek Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ekoteologi

Program Studi Sosiologi Agama kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung praktik pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan ekoteologi dalam kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa (21/4). Kegiatan ini melibatkan dosen, mahasiswa, serta mitra komunitas sebagai bagian dari penguatan peran akademik dalam menjawab isu sosial dan lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, pendekatan ekoteologi diperkenalkan sebagai kerangka integratif yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kesadaran ekologis. Melalui pendekatan ini, masyarakat didorong untuk memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual, selain sebagai kebutuhan sosial yang mendesak.

Ketua Program Studi Sosiologi Agama Dr. Mahatva Yoga Adi Pradana, M. Sos, menyampaikan bahwa ekoteologi menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan model pemberdayaan yang berkelanjutan. “Pemberdayaan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari isu lingkungan. Dengan pendekatan ekoteologi, kita mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran bahwa menjaga alam adalah bagian dari praktik keagamaan,” ujarnya.

Kegiatan ini diisi dengan berbagai materi dan praktik langsung, seperti pengelolaan sampah berbasis komunitas, pemanfaatan sumber daya lokal secara bijak, serta edukasi gaya hidup ramah lingkungan yang terintegrasi dengan nilai-nilai keagamaan. Peserta juga terlibat dalam diskusi interaktif untuk merumuskan strategi pemberdayaan yang sesuai dengan kondisi sosial masyarakat setempat.

Selain itu, mahasiswa turut berperan aktif dalam mendampingi masyarakat melalui simulasi program pemberdayaan berbasis ekoteologi. Hal ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori di kelas dengan praktik di lapangan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi Program Studi Sosiologi Agama dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pelestarian lingkungan, pembangunan komunitas berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Program Studi Sosiologi Agama pun berkomitmen untuk terus mengembangkan pendekatan ekoteologi sebagai salah satu model unggulan dalam praktik pemberdayaan masyarakat.