Program Studi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Perkuat Kualitas Lulusan melalui Uji Kompetensi BNSP Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme mahasiswa kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam bidang Pemberdayaan Masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian strategis dalam menjembatani kompetensi akademik dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya dalam sektor pengembangan dan pemberdayaan masyarakat berbasis keilmuan sosial-keagamaan.
Kegiatan sertifikasi yang berlangsung pada periode April-Mei 2026 ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa semester 6-8 yang telah memenuhi kualifikasi administratif dan akademik. Mereka menjalani serangkaian tahapan asesmen yang dirancang secara sistematis untuk mengukur penguasaan kompetensi, baik secara konseptual maupun praktis. Standar yang digunakan merujuk pada kerangka yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi sebagai lembaga otoritatif dalam penjaminan mutu kompetensi tenaga kerja di Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, uji kompetensi ini mencakup berbagai aspek penting dalam pemberdayaan masyarakat, mulai dari kemampuan melakukan pemetaan sosial, perancangan program intervensi, hingga evaluasi berbasis partisipasi masyarakat. Peserta juga diuji dalam hal komunikasi sosial, penguatan kapasitas komunitas, serta integrasi nilai-nilai etika dan keagamaan dalam praktik pemberdayaan. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi yang diukur tidak semata bersifat teknis, tetapi juga mencakup dimensi reflektif dan normatif yang menjadi ciri khas pendekatan sosiologi agama.
Secara akademis, kegiatan ini merepresentasikan bentuk konkret dari outcome-based education, di mana capaian pembelajaran tidak hanya diukur melalui evaluasi di ruang kelas, tetapi juga melalui pengakuan kompetensi oleh lembaga eksternal yang kredibel. Dengan demikian, sertifikasi ini memberikan legitimasi tambahan terhadap kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuan secara kontekstual di tengah masyarakat.
Program ini juga memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai institusi yang tidak hanya memproduksi pengetahuan, tetapi juga menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif dan siap berkontribusi dalam pembangunan sosial. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, keberadaan tenaga pemberdaya masyarakat yang tersertifikasi menjadi elemen penting dalam mendorong transformasi sosial yang inklusif dan berkeadilan.
Antusiasme peserta sebagaimana terlihat dalam dokumentasi kegiatan mencerminkan tingginya kesadaran akan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai modal profesional. Dengan terselenggaranya uji kompetensi ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengakuan formal, tetapi juga memperkuat identitas mereka sebagai agen perubahan yang memiliki kapasitas intelektual dan keterampilan praktis dalam memberdayakan masyarakat.