Sosiologi Agama Mendukung SDGs 8 Membangun Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi : "TRANSFORMASI DAN ASIMILASI KELOMPOK TANI SOMBOMERTI MENJADI DESTINASI WISATA SENDANG SOMBOMERTI"
TRANSFORMASI DAN ASIMILASI KELOMPOK TANI SOMBOMERTI MENJADI DESTINASI WISATA SENDANG SOMBOMERTI: MENDUKUNG SDG 8 MEMBANGUN PEKERJAAN LAYAK DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Dio Ferdinan Saputra (22105040083)
Ringkasan Ekslusif
Sendang sombomerti merupakan destinasi wisata air yang memiliki ciri khas air jernih dan alami, tanpa adanya pemutih dan bahan kimia. Dibangun dan dikelola secara mandiri oleh kelompok tani sombomerti. Berangkat dari ketidak mampuan dalam mengelola pertanian dan merasa tidak tercukupi dengan hasil pertanian dan pembudidayaan. Memunculkan ide agar ada program yang dapat membuat memakmurkan masyarakat sombomerti dengan memiliki penghasilan serta pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dibandingkan dengan mengandalkan sektor pertanian dan budidaya ikan milik mereka sebelumnya. Menghasilkan program pemanfaatan dan pengelola sumber mata air yang dimiliki dengan menjadikan wisata serta mempertahankan budidaya ikan yang dijadikan wahana khas yang diharapkan dapat menunjukan arah yang positif, dimana masyarakat merasakan dampak ekonomi yang signifikan dibanding sebelumnya dan mendapatkan pekerjaan yang layak dari mengelola, bahkan dampak yang jauh lebih besar hingga dapat dirasa tidak hanya bagi para petani yang mengelolah tapi juga dirasakan bagi istri dan perempuan-prempuan yang berada di lingkungan sendang sombomerti.
Latar Belakang Dan Tujuan
Sombomerti adalah sebuah dusun yang terletak di Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sombomerti merupakan daerah yang sebagian besar penduduk setempat merupakan petani dan juga pembudidaya ikan. Namun, pada tahun 2018 para petani mulai meninggalkan profesi pertani dikarenakan penurunan hasil tani dan kesulitan dalam mengelola bidang tanah yang dimiliki. Faktor usia menjadi pengaruh utama hal ini, para petani yang mulai renta serta menua dan juga kurangnya sumber daya mengelola.
Promblem ini membuat mereka riskan karna pertanian merupakan sumber penghasilan utama dan juga sumber ekonomi mereka. Dorongan ini membuat sebagian kelompok tani mulai mencari solusi dari problem besar yang dihadapi. Menggunakan jaringan sosial dan mulai mengkalsifikasian sumber daya yang dimiliki menjadi unsur utama yang dilakukan oleh kelompok ini. Kemudian mereka mulai menyiasati apa saja sumber daya alam yang ada dan dapat dimanfaatkan sebagai pengganti dari sumber ekonomi sebelumnya. Dari hasil penelusuran mereka menyadari adanya sendang dengan air yang berlimpah dan jernih. Sebelum dikelola, Sendang Sombomerti merupakan sebuah belik (mata air) yang digunakan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci, mandi, serta memasok air untuk kebutuhan memasak dan minum. Selain itu, belik ini juga dimanfaatkan untuk irigasi sawah dan pembudidayaan ikan.
Dalam sendang sombomerti ada 34 orang yang tergabung dalam kelompok pengelola dan partisipan yang terbangun dari kelompok tani sombomerti, yang diketuai oleh bapak Martono. Terpilihnya beliau bukan sebab yang sederhana melainkan dikarenakan ia salah satu orang yang berpengaruh, dan merupakan inisitaor inti dalam penciptaan pemberdayaan ini. Bapak martono selain seorang petani, beliau juga merupakan seorang pemandu wisata jogja yang melayani wisatawan-wisatawan dari berbagai daerah bahkan dalam wawancara beliau kerap menerima tamu dari luar negri termasuk jepang. Berdasarkan pengalaman besar ini beliau mengajak para petani disekitarnya untuk mmembangun wisata yang diproyeksikan memiliki keuntungan lebih besar dengan sumber daya yang ada.
Penemuan sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan ini, membangun semangat kelompok tani dalam penginisiasian sebuah peralihan dari lahan pertanian tradisional menuju penciptakan destinasi wisata air yang berbasis natulral dan alami. Dengan tujuan, para petani dapat memiliki penghasilan bahkan mendapat yang lebih besar dari pekerjaan yang layak dan mampu untuk dikerjakan, serta membangun pertumbuhan ekonomi yang konsisten dan cenderung meningkat sebagaiman tercermin dalam Sustainable Developmen Goals (SDGs) 8 yaitu perkerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi. Dengan visi dan misi yang sama, transformasi ini diharapkan menjadi proyek dan solusi terbaik untuk mengatasi problem yang dihadapi masa masyarakat dusun sombomerti.
Praktik Baik Dan Pembelajaran
Transformasi dan asimilasi dari pertanian dan budidaya ikan menuju destinasi wisata kolam berenang air jernih dan asri dapat dilakukan melalu beberapa praktik yang bertahap. Kelompok tani sombomerti, melakukan dan memainkan peranan sebagai partisipan yang melakukan peraktik baik ini, diimplementasikan kedalam beberapa tindakan yang dimulai dari membangun kepercayaan akan proyeksi yang ada, pembentukan struktural, pembagian kerja, pembelajaran dalam membangun skil, proses transformasi dari pertanian menuju destinasi wisata, pembentukan jalinan kerja sama, dan menciptakan berbagai inovasi sebagai daya tarik utama.
-
Langkah-langkah penciptaan program serta proses pemberdayaan masyarakat
Transformasi dan asimilasi ini berangkat dari 8 orang yang mendiskusikan terkait problem yang dihadapi. Berdasarkan ungkapan dan cerita langsung oleh narasumber, awalnya Mereka berkumpul diteras rumah Bapak martono dan mulai saling mengeluh terhadap hasil tani mereka dan hasil budidaya ikan semakin hari semakin menurun. Tidak hanya soal hasil yang diperoleh, tetapi tenaga yang dikeluarkan juga tidak sekuat dan seefektif dahulu, sehingga penghasilan yang mereka peroleh tidak lagi dapat mencukupi kebutuhan hidup.
Berangkat dari problem ini, kelompok kecil ini mulai membentuk tim untuk menciptakan dan mencari peluang sebagai jawaban atas masalah yang dihadapi. Dalam pencarian, akhirnya mereka menemukan hasil positif. Temuan mereka terhadap sumber daya yang dapat dimafaatkan adalah sendang atau blik air. Sendang atau belik bayang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai sumber daya alam yang mengairi irigasi dan juga tempat yang tidak begitu fungsional lagi, akan disulap menjadi tempat yang memiliki sisi ekonomi ketika dapat dikelola dengan tepat.
Pada dasarnya zaman dahulu sendang sombomerti dipakai sebagai tempat mandi dan tempat bermain air bagi anak-anak kecil yang berada dilingkungan tersebut, namun pada akhir-akhir ini sudah tidak difungsionalkan seperti dahulu. Ide dasar ini yang membuat bapak Martono dan tim mulai memiliki harapan untuk berkembang dan maju. Langkah selanjutnya mereka mulai melakukan penyadaran dan membangun kepercayaan akan program wisata sendang sombomerten terhadap kelompok tani secara masif dan menyeluruhan, hal yang pertama kali disampaikan adalah sendang sombomerti yang mereka kenal memiliki sisi ekonomi yang efektif jika dikelola sebagai wisata dibanding hanya sebagai sarana irigasi yang mengaliri persawahan dan tambak ikan.
Tanpa membuang waktu lama, upaya-upaya yang direncanakan mulai dijalan kan. Dan upaya pertama yang akan dilakukan bapak martono beserta tim adalah melakukan pengumpulan secara besar dibalai desa yang diikuti oleh seluruh anggota kelompok tani yang ada di sombomerti. Pada awal tahun 2019, upaya ini direalisasikan dengan diadakannya pertemuan untuk membahas perencanaan pengembangan wisata Sendang Sombomerti dengan melibatkan kelompok tani lainnya. Dalam pertemuan pertama ini berhasil mengumpulkan 34 anggota. Kemudian pada tanggal 20 Juni 2019, dilakukan pertemuan kembali dan menghasilkan kesepakatan dalam pembentukan pengurus dengan menunjuk ketua dan perangkat pendukung lainnya. Selain itu, kesepakatan lainnya adalah melakukan penganggaran terkait seluruh kebutuhan dan pengeluaran untuk memulai proyek pembangunan Sendang Sombomerti.
Upaya selanjutnya juga mulai direalisasikan, dimulai dari para pengelola yang berinisiatif untuk meminjam dana sebesar 25 juta rupiah dari salah satu bank sebagai pondasi dan modal awal untuk pembangunan. Dengan modal yang minim dan pemanfaatan sumber daya dari anggota yang tergabung dalam pemberdayaan ini, sendang mulai dibangun dengan mulai membangun infrastruktur seperti: kolam pemandian, akses, kolam ikan trapi, spot foto serta beberapa fasilitas pendukung lainnya. Sejak itu, Sendang Sombomerti mulai menjadi proyek dan program untuk menciptkan lapangan pekerjaan serta memberikan wadah baru bagi para petani untuk berperan aktif dalam mngembangkan dan mengelola sebagai partisipan destinasi wisata air sombomerten yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi warga setempat.
Selain menciptakan infrastuktur bangunan, bapak martono juga meyakini bahwa sumber daya manusia juga harus ditingkatkan agar dalam pengelolaan semua bagian dapat berjalan sempurna. Bapak martono sebagai ketua dalam pemberdayaan masyarakat Sombomerten berperan penting dalam menciptakan atmosfer solidaritas yang tinggi, memfasilitasi partisipasi aktif dalam berbagai bentuk: baik itu tenaga, pemikiran, maupun dukungan emosional.
Dengan modal pengalamannya di bidang wisata beliau mengajarkan dan mulai membagi tim untuk pengembangan dan pembanguna. Untuk mengelola sendang sombomerti dengan mandiri, tentu memerlukan banyak tenaga pengelola baik secara teknisi maupun nonteknisi. Anggota yang sudah resmi bergabung kemudian dibagi oleh bapak martono dan tim, menjadi dua bagian yaitu: teknis dan non teknis. Secara teknis, partisipasi yang harus dilakukan oleh para anggota yang tergabung dalam tim ini adalah bergotong royong untuk membangun wisata tersebut dari awal hingga selesai. Setelah wisata selesai dan beroprasi, para anggota ini diberi tugas masing-masing terkait pengoperasian wisata ini. Ada yang menjadi tukang parkir, petugas kebersihan, penjaga kantin, hingga pengelola masing-masing fasilitas lainnya.
Sementara itu, mereka yang bertanggung jawab pada bagian non-teknis berperan untuk mengkonseptualkan, menstrategiskan, dan mengadministrasikan. Untuk menciptakan konsep dan strategi yang baik dan efektif diperlukan pengetahuan dan pengalaman, oleh karna itu tim non-teknis melakukan kunjungan dan pembelajaran ke berbagai destinasi wisata untuk mempelajari cara mengatasi masalah teknis seperti air keruh dan strategi menarik wisatawan. Dengan memadukan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari kunjungan ini, mereka berusaha untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik Sendang Sombomerti.
Dengan melakukan rangkaian pembelajaran yang besar ini, masyarakat yang aktif berpartisipasi menjadi mengetahui bagian apa saja yang harus dilakukan agar wisatawan dapat nyaman serta tertarik dengan wisata yang dibangun dan bagaimana cara membuat wisata ini tetap konsisten dan berkelanjutan.
-
Kerja sama dan kemitraan
Sendang sombomerti adalah proyek pemberdayaan masyarakat secara mandiri yang bersifat subjektif dari kelompok tani. Namun, dalam pelaksanaannya program pemberdayaan masyarakat Sendang sombomerti memerlukan adanya kerjasama dan kemitraan yang harus dibangun demi menunjang, memenuhi, dan memajukan sendang sombomerten. Kerja sama yang dibangun juga berpariasi, untuk menunjang pengalaman dan menciptakan kemampuan serta pengetahuan dalam pengelolaan, kelompok sendang sombomerti harus membangun kerja sama dengan berbagai wisata yang memiliki ciri khas yang sama yaitu sendang atau air mata air seperti sendang tirto sinongko. Selain kerja sama dalam aspek pengetahuan, sendang sombomerten juga melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah serta dinas pembanguna daerah sehingga mereka mendapatkan bantuan berupa uang sebesar 170.000.000,00 Rupiah sebagai penunjang fasilitas tempat wisata. Selain berupa uang, pemerintah juga memberikan dukungan lain seperti pendopo yang dibangun dengan dana desa. Jaringan kolaboratif antara kelompok tani dan pemerintah daerah memegang peranan vital dalam menyediakan dukungan teknis yang diperlukan untuk memajukan Sendang Sombomerti. Dalam sistem pembayaran HTM sendang somboreten melakukan kerja sama dengan bank BPD DIY sebagai sistem pembayaran non tunainya.
-
Inovasi dan ide terbaru
Pengelolah pemberdayaan masyarakat yang tergabung dalam Sendang sombomerten yang diketuai oleh bapak Martono, memiliki sebuah konsep bahwa Setiap anggota yang memiliki ide atau inovasi baru, selalu diadakan musyawarah untuk mendiskusikan ide tersebut secara menyeluruh, memastikan bahwa semua anggota terlibat dalam pengambilan keputusan dan mencapai kesepakatan bersama. Inovasi dan ide terbaru merupakan perangkat yang sangat krusial dalam menjaga potensi dan memahami potensi agar dapat dimanfaatkan tanpa menimbulkan efek negatif baik secara ekositem alam maupun ekonomi.
Inovasi yang dibuat atau ditawarkan kepada wisatawan sehingga mereka puas dan nyaman untuk datang kembali mengunjungi dan membuat proyek ini terus mendapatkan atensi publik adalah fasilitas, kualitas air dan suasan yang dibangun. Sendang sombomerten menawarkan banyak fasilitas yaitu: kolam berenang dari anak kecil hingga dewasa, trapi ikan tradisional, spot foto, warung makan, serta dapat membeli ikan secara langsung ditempatnya.
Selain fasilitasnya yang di inovasikan, yang menjadi citra utama atau inovasi yang paling menonjol dari sendang sombomerten adalah kualitas air yang digunakan. Pihak pengelola memilih metode alami sebagai metode menjaga kualitas air dengan menggunakan pasir sebagai penyaring air dan pengendali pertumbuhan lumut di dalam kolam, hal ini didasari untuk memelihara dan menjaga kelestarian serta keasrian belik (mata air) dari sendang sombomerten. Metode ini dipilih karena menggunakan kaporit, meskipun efektif dalam menjernihkan air, dapat merusak ekosistem kolam dan membahayakan ikan yang dibudidayakan serta ikan-ikan yang digunakan untuk terapi. Penggunaan pasir tidak hanya membantu menjaga kejernihan air secara alami tetapi juga memastikan bahwa lingkungan tetap aman dan sehat bagi budidaya ikan dan kegiatan terapi. Dengan demikian, kolam Sendang Sombomerti tetap asri dan ramah lingkungan.
Inovasi yang membedakan dari wisata air lainnya adalah suasana ketika memasuki sendang sombomerten. Suasana dibangun dengan asri dengan memadukan pepohonan yang rindang juga kolam ikan yang banyak membuat wisatawan tidak merasa bosan karna suasana yang dibangun memberikan efek tenang dan aman. Menurut penuturannya bapak martono sengaja menaruh ikan kecil-kecil didalam kolam mandi dewasa karna untuk menunjukan bahwa suasana yang asri ini adalah suasana yang memang bentuk asli dari asri dan asrinya bukan rekayasa saja.
Hasil Dan Dampak
Program pemberdayaan masyarakat Sendang sombomerten berawal dari ide 8 orang yang kemudian dideklarasikan kepada seluruh masyarakat yang kemudian mendapatkan atensi masyrakat. Hasil pendeklarasian program ini mendapatkan hasil anggota partisipan yang aktif dalam program sendang sombomerten, ada sebanyak 34 orang anggota sebagai partisipan aktif. Pada mulanya jumlah anggota sebanyak 35 orang, yang kemudian ada satu mengundurkan diri dari program ini karna ragu akan hasil yang didapat. Dalam partisipan aktif terdapat pembagian lagi yaitu: sebagai pengelola inti yang berjumlah 10 orang dan 24 lainya menjadi sebagai partisipan. Pembagian kerja yang dilakukan dalam program ini dengan sistem piket, dalam satu minggu dari 10 anggota inti akan bekerja menjaga dan merawat setiap hari sedangkan 24 orang lainya bekerja pada hari libur saja.
Dari hari kehari kemajuan semakin dirasa dari hasil program Sendang sombomerten ini, pada awalnya Sendang sombomerten hanya memiliki satu kolam utama pemanandian pada tahun 2020. Namun dengan seiring berjalanya waktu program ini semakin berkembang hingga akhirnya dapat menambah banyak fasilitas penunjang, seperti penambahan kolam yang tadinya cuman satu sekarang sudah ada 3 kolam dengan perincian sebagai berikut: kolam dewasa dengan kedalaman 210 cm, kolam anak 80 cm, dan kolam anak kecil 50 cm. kolam pertama dibangun dari uang yang didapat dari hasil pinjaman dari bank, dan kolam yang baru saja di buat yaitu kolam anak kecil yang diperuntukan bagi anak PAUD dan TK dibangun dari hasil pendapatan sendang, dengan menghabiskan anggaran 115.000.000,00 pata pertengahan tahun 2023.
Selain kemajuan pada hasil fisik yaitu fasilitas, peningkatan pada jumlah pengunjung harian kian sangat meningkat. Pada awal berdirinya yaitu 2020 pengunjung pada hari libur hanya berjumlah 10 sampai 20 orang saja, namun pada saat ini jumlah pengunjung dalam sehari pada hari libur khususnya mencapai 700 sampai 800 orang wisatawan. Dengan peningkatan pada jumlah pengunjung, maka meningkat pula penghasilan yang yang diperoleh. Pengunjung yang datang bukan hanya saja dari sekitar daerah, sebagaimana yang diungkap pak nasirin sempat ada 3 big bus dari luar daerah untuk berkunjung. Kedatangan pengunjung ini juga merupakan hasil dari inovasi yang dirancang yaitu penggunaan air alami dan lingkungan yang asri.
Pembeludakan dari jumlah pengunjung harian ini sangat berdampak kepada peningkatan ekonomi partisipan. Dengan pembagian kerja sebagaimana terurai diatas bagi partisipan yang mengelola ada perbedaan pembagian penghasilan, namun hasilnya sangat membantu partisipan dalam pemenuhan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan ekonomi tidak hanya dirasa bagi partisipan aktif atau bapak-bapak petani. Namun, ibu-ibu dan perempuan serta pemilik toko klontongan dan umkm juga mengalami dampak peningkatan ekonomi juga
Dalam sendang sombomerten ada berbagai UMKM yang beroprasi didalamnya. UMKM ini dikelola oleh ibu-ibu dan perempuan dilingkungan sekitar Sendang sombomerten, terdapat 12 UMKM yang beroprasi. Setelah melakukan wawancara disalah satu UMKM yaitu kios Nining, beliau menuturkan bahwa ketika hari libur ia dapat menjual 50-100 cup pop mie, dan aneka minuman baik dingin maupun hangat. Jumlah pendapatan secara kotor yang ia peroleh ketika hari libur dapat mencapai 1.000.000.00 hingga 1.500.000,00. Dengan pendapatan ini ibu Nining merasa terbantu yang awalnya ia hanya dirumah tanpa memiliki pekerjaan, dengan adanya program Sendang sombomerten kini ibu Nining memiliki pekerjaan yang layak dan ekonomi yang stabil.
Hal ini tidak hanya dirasakan oleh ibu Nining seorang, tetapi hal ini juga dirasakan oleh semua UMKM yang ada didalamnya. Namun, UMKM yang berada di sekitar seperti toko klontong juga merasakannya, ketika wisatawan yang datang kadang tidak membawa cukup banyak keperluan, hal ini memeberikan peluang besar bagi toko klontong seperti penjualan rokok dan minuman serta cemilan meningkat.
Dampak begitunya dan besar baik bagi komunitas lokal maupun komunitas yang berada diluar program ini. Peningkatan ekonomi warga serta penciptaan lapangan kerja semakain meningkat dan kesejahteraan semakin dirasakan. Program Sendang sombomerten telah menjadi program yang sangat membantu petani dan pembudidayaan ikan, menjadi wadah yang mampu mengakomodir dan menjawab akan masalah warga disekitarnya.
Bapak Nasirin merupakan anggota yang masuk dalam program Sendang sombomerten, beliau mengikuti program ini dari awal yaitu pada tahun 2019 dan saat ini beliau adalah anggota pengelola inti dari Sendang sombomerten. Bapak nasirin awalnya adalah seorang pembudidaya ikan tawar khususnya ikan nila, yang mulai membudidaya pada tahun 1990-an. Pada 2018 bapak nasirin merasakan begitu sulit dan beratnya untuk melakukan pekerjaannya ini sebagai pembudidaya ikan, karna beliau sudah memasuki umur ke 53 tahun yang menandakna sudah tidak muda lagi. Setelah mendengar deklarasi akan ada program Sendang sombomerten, beliau begitu tertarik walau beliau belum mengetahui secara jelas dan pasti bagaimana program ini akan diwujudkan.
Bapak Nasirin juga tidak mampu jika harus membudidayakan ikan lagi, berangkat dari keresahan inilah beliau bergabung dengan program ini. Awalnya beliau bingung dengan program Sendang sombomerten yang belum memiliki konsep secara jelas tapi hal ini tidak membuat pak Nasirin untuk mundur, dalam penuturannya “iya mas saya yakin saja walau awalnya setelah diadakan pertemuan pertama kali program ini belum menemukan konsep pasti destinasi wisata air yang bagaimana, tapi saya meyakini pak mortono akan mengajarkan dan membuat ini dapat diwujudkan dan sukse”.
Beliau menceritakan bahwa program Sendang sombomerten ini beberapa kali ganti konsep, awalnya akan dibangun tempat spot dalam air namun keterbatasan menghalangi konsep ini, dan juga minat wisatawan tidak begitu banyak. Dan pada akhirnya ketemulah dan disepakati konsep kolam berenang, beliau menyaksikan betapa sulitnya awal baru diresmikan, karna masa itu sultan melarang untuk berkerumun karna pada masa itu sedang adanya pandemi COVID 19 dan dilakukan sistem lock down. “Wisatawan sama sekali tidak ada mas” tuturnya, namun begitu setelah COVID hilang jumlah wisatawan mulai banyak. Pada masa itu wisatawan meningkat namun kami tim pengelola Sendang sombomerten belum menggunakan sistem yang terstruktur seperti sistem mengkarcis atau HTM (harga tiket masuk).
Jadi ketika wisatawan mulai ramai tidak berbanding lurus dengan penghasilannya, karena penghasilan tidak besar karna sistem yang digunakan adalah sistem sumbangan se-iklasnya dan pendapatan hariaan hanya sekitar 80.000 saja. Selama 2 tahun awal kami hanya gotong royong dan tidak digaji, walau tidak ada wisatawan semua infrastruktur harus dijaga dan dirawat seperti tetap membersihkan dan munguras kolam, menjaga lingkungan agar tetap bersih masa itu benar-benar sulit bagi kami. Kemudian jumlah wisatawan semakin meningkat karna daya tarik dan HTM-nya yang belum ada membuat membludak, pada saat itu ada pengunjung yang memberi saran untuk menggunakan sitem tiket dan akhirnya disepakati adanya HTM sebesar 3.000 saja. Sekarang HTM sudah 5.000, karna pada awal 2023 ada yang melakukan perotes dengan harga HTMnya sangat murah dibanding tempat lain yang sudah mencapai harga 10.000. Maka dari sini disepakati harga tiket masuk atau HTM menjadi lima ribu rupiah.
Bapak Nasirin merasa bangga dan senang karnamenjadi seorang yang hadir, aktif dan bergabung dalam kelompok partisipan Sendang sombomerten dari program pemberdayaan masyarakat ini. Walau awalnya begitu pahat yang dirasakan namun berkat adanya konsisten dan kesolidan secara bersama dari kelompok partisipan Sendang sombomerten program ini dapat berhasil meningkatkan ekonomi secara individu dan kelompok, serta menciptakan lapangan pekerja bagi mereka yang sudah tidak mampu lagi untuk melakukan pekerjaan yang berat seperti bertani dan membudidayakan ikan.
Tantangan Dan Solusi Dalam program pemberdayaan masyarakat Sendang sombomerten
Dalam perjalan program pemberdayaan masyarakat Sendang sombomerten sangat banyak sekali permasalahan atau tantangan yang harus dihadapi, karna program ini hadir bukan dari sebuah instansi atau sebuah lembaga yang menjadikan masyarakat sebagai objek. program pemberdayaan masyarakat Sendang sombomerten sebagai mana dijelaskan diatas adalah inisiatif mandiri dari 8 orang yang resah akan permaslahan budidaya dan hasil tani, hal ini menunjukan bahwa mereka bukanlah orang yang memiliki latar belakang sebagai pengelola wisata tentunya akan banyak pengetahuan dan pengalaman yang tidak dimiliki secara penuh akan program ini. Lahirnya program ini adalah wujud kesolidan yang nantinya akan menjawab solusi dari permasalahan yang ada.
Tantangan pertama sekali yang harus dihadapi dan dialami adalah keterbatasan dalam kemampuan dan pengalaman dalam penciptaan dan pembangunan wisata. Mereka memang sudah memiliki konsep dan ide pokok, namun belum terkonstruk secara matang dan jelas. Tentunya ini bukan masalah yang mudah tantangan ini menjadi jauh sangat berat ketika mereka mulai mengajak masyarakat sekitar untuk bergabung dalam gerakan ini, karena beberapa orang tidak yakin akan program ini karna penjabaran idenya belum jelas. Selain hambatan dalam minimnya pengetahuan penciptaan dan konsep, modal merupakan hambatan yang jauh lebih besar karna modal adalah pondasi utama dalam melakukan pencitaan, ditambah lagi program ini bersifat mandiri akan sulit untuk mendapatkan mitra untuk bekerjasama.
Sebagai mana diuraikan diatas masalah modal didapatkan dari hasil peminjaman, modal digunakan untuk membangun, lalu pertanyaannnya siapa yang membayar? Karna mandiri mereka partisipan lah yang harus membayar, maka pada awalnya mewajibkan anggota yang tergabung untuk melakukan pembayaran iyuran guna menutup hutang yang ada dibank. Kewajiban untuk membayar yang diberatkan kepada seluruh anggota dengan dibagi setiap orang membayar iyuran 30.000 perbulan juga menjadi PR utama dalam mengajak.
Selain dua tantangan besar diatas, tantangan yang tak kalah besar dan berat adalah ketika masa Covid. Dimana ketika wabah ini masuk ke indonesia kondisi Sendang sombomerten masih berada dalam tahap embrio menurut penuturan bapak Nasirin. Masa ini menjadi semakin sulit ketika uang modal dan biaya oprasional sudah mulai habis namun pemasukan tak kunjung datang, karna aturan dari pemerintah untuk ada pembatasan interaksi, sedangkan wisata merupakan tempat kumpul dan berinteraksi.
Namun tantangan bukanlah hal yang membuat menyerah, apalagi problem yang dihadapi sudah didepan mata jika menyerah hanya menghasilkan sebuah kesulitan yang berkelanjutan, maka seluruh partisipan yang tergabung mencari solusi terhadap tantangan. Delapan orang aktor utama ini memulai dengan membangun jaringan sosial dan melkukan pendekatan secara perlahan hingga mendapatkan konsep yang lebih terstruktur, tim inti ini melakukan pertemuan dengan warga yang mau gabung sebagai partisipan dalam program ini di balai desa.
Dengan usaha untuk meyakinkan delapan orang ini segera membuat pertemuan selanjutnya agar usaha mereka dalam mengumpulkan masa tidak sia sia dan sebagai bentuk keseriusan. Berdasarkan latar belakang yang sama mereka dengan mudah meyakini para partisipan akan program ini kan sukses kedepannya. Untuk mengatasi modal yang sulit didapat, merak meminjam uang kepada bang sebesar 25.000.000.00 dengan modal ini semakin meyakinkan akan langkah pewujudan program gerakan ini.
Setiap anggota partisiban setiap bulannya diwajibkan membayar iyuran 30.000 untuk membayar dan menambah modal yang ada. Apakah setiap anggota yakin dengan solusi ini? Ya setiap anggota menyepakati dengan solusi peminjaman dan iyuran sebesar tiga puluh ribu, tetapi tentunya ada juga yang merasa pesimis. Bapak martono sebagai ketua beliau selalumenekan kan dan melakukan pendekatan terhadap anggotanya agar selalu optimis akan apa yang telah dilakukan, sistem kekeluargaan lah yang menjadi juru kunci dalam kesuksesan program ini tuturnya. Sistem ini nyaris sempurna namun terdapat satu anggota yang akhirnya mengundurkan diri karena ragu.
Tantanga yang tidak diduga datang yaitu Covid, menurut bapak nasirin tantangan seperti iniadalah tantangan terberat bagi mereka sebagai pengelola utama. Padahal banguna serta semua modal untuk memulai sudah disiapakan dan membangun semangat baru, Tetapi tantangan besar yang sulit dihadapi membuat langkahnya semakin berat tanpa patah semangat mereka selalu menjaga konsistensi selalu merawat dan menjaga sendang agar tidak rusak, hingga kemudian masa itu berhasil dilalui. Saat ini dengan tantangan dan langkah strategis sendang sombomerti dapat berjalan dengan lancar.
Namun apakah masalah dan tantangan sudah hilang sepenuhnya? Tentunya tidak dalam pelaksanaan dan pemeliharaan begitu banyak tantangan baru. Seperti akses jalan sebagai kunci utama dalam kesuksesan wisata yang mempengaruhi pada pemberdayaan masyarakat. Akses jalan menuju sendang melewati banyak rumah warga sekitar hal ini membuat PR baru bagi pengelola. Namun hal ini sudah mendapatkan jawaban dengan membangun akses jalan baru dengan mengajukan proposal pada dinas pembangunan yang kemudian mendapatkan anggaran sebesar 170.000.000,00 namun anggaran tersebut hanya dapat membeli bahan untuk membangun akses tidak cukup untuk membeli tanahnya.
Karna tanah yang berada disekitar sendang merupakan tanah partisipan akhirnya ditemukan jawaban, pembangunan dilanjutkan dengan meminta kepada pemilik yang tegabung sebanyak 3 meter dan membeli 2 meter masalah dari akses jalan dapat terselesaikan.
Tantangan yang datang silih berganti, namun tantangan yang datang bukan untuk mundur melaikan tangtangan yang datang adalah tantangan yang membuat program ini semakin maju dan semakin besar.
Pembelajaran Dan Rekomendasi
Pemberdayaan masyarakat merupakan gerakan yang sangat sulit untuk direalisasikana apabila kita tidak memiliki jaringan sosial dan modal sosial. Dalam pemberdayaan masyarakat, hal atau modal utama yang paling penting dilakukan adalah menanamkan dan menumbuhkan rasa percaya masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam proyek yang akan dilakukan. Pendekatan paling soderhana dalam membangun kepercayaan adalah membangun rasa solid, rasa solid dapat menciptakan rasa sepenanggungan dan homogenitas dalam kelompok. Jika rasa solidaritas telah dibangun maka untuk merealisasikan program pemberdayaan akan mudah terwujud. hal ini akan sulit jika kepercayaan terhadap perogram tidak didapatkan. Dengan menggunakan jaringan sosial kita dapat mengumpulkan modal dan sumberdaya agar pemberdayaan dapat berjalan, setelah kelompok terbangun untuk mengikat mereka agar selalu yakin dan percaya maka bangun rasa solidaritas.
Pemimpin gerakan dalam pemberdayaan masyarakat haruslah menentukan rolenya dalam tim, agar semua bagian dalam tim selalu memiliki rasa percaya akan apa yang telah mereka lakukan. Program pemberdayaan masyarakat Sendang sombomerten memiliki ketua yang optimis dan mengayomi sehingga dalam pelaksanaannya semua tim selalu berada dalam visi dan misi yang sama. Bapak martono menurut teman teman pengelola merukan ketua yang ramah disiplin dan visioner, dalam kepemimpinanya beliau begitu tulus dan semangat, hal inilah yang menjadikan anggota merasa optimis dan menghapuskan rasa pesimis mereka.
Selain memberikan peluang dalam pemberdayaan masyrakat berkelanjutan maka setiap partisipan haruslah dibekali dengan edukasi dan pelatihan skil, orang yang kita perdayakan bukan lah orang yang tidak memiliki daya juang dan malas dalam bekerja. Pengetahuan dan pelatihan skil serta dibarengi dengan penciptaan peluang maka setiap orang bisa menemukan kesuksesan. Program pemberdayaan masyarakat Sendang sombomerten menganjarkan hal ini berwal dari petani yang tidak memiliki skil dan pengetahuan tentang dunia wisata menjadi orang-orang yang mampu melakukan dan menciptakan wisata yang sukses. Berbekal pengetahuan pak martono yang terbatas dia mampu melakukan gebrakan pemberdayaan yang sukses, bukan hanya karna pak marto melainkan partisipan yang selalu ingi berjuang ditambah batuan pihak eskternal dengan melakukan kerja sama keberbagai pihat dalam pelatihan skil.
Hal yang tak kalah penting dalam program pemberdayaan masyarakat adalah pengoptimalan dalam pemanfaatan potensi dan sumberdaya yang ada dilingkungan yang dimanfaatkan secara efisien. Pemanfaatan dan pengoptimalan adalah usaha yang harusdilakukan olehkarna itu inovasi harus terus dilakukan, namun semua itu harus tetap menjujung keberlangsungan lingkungan sekitar juga tentunya. Program pemberdayaan masyarakat Sendang sombomerten menunjukan bahwa dengan sumberdaya yang minimum tapi dengan usaha pengoptimalan maka akan mendapatkan keuntungan dan kemajuan. Dalam sendang sombomerten pengoptimalan sumberdaya ditunjukan dari pemanfaatan sumberdaya yang dikelola masyarakata untuk meningkatkan ekonomi, air yang jernih dan alami ditampung dalam kolam yang dibuat menjadi kolam berenang, air dari kolam berenang yang bersih dan alami akan dialirkan menuju kolam ikan untuk pemanfaatan budidaya ikan, ikan yang dibudidaya dijadikan sebuah wahana yaitu terapi ikan dan memberi makan ikan. Hal ini menunjukan pengoptimalan lingkungan sangat dilakukan oleh kelompok pemgelola Program pemberdayaan masyarakat Sendang sombomerten.
Dari pribadi penulis apa yang dilakukan bapak martono dan teman-teman merupakan sebuah pergerakan yang sangat hebat karena mereka dapat menciptakan peluang kerja dan meningkatkan ekonomi sebagai mana tercermin dalam SGDs 8. Namun penulis ingen menyampaikan rekomendasi dan peningkatan untuk Program pemberdayaan masyarakat Sendang sombomerten dan juga orang-orang yang membaca dan ingin melakukan gerakan sebagai mana program Program pemberdayaan masyarakat Sendang sombomerten.
Untuk peningkatan dalam Program pemberdayaan masyarakat Sendang sombomerten penulis ingin merekomendasikan adanya penambahan dalam program ini, jika semula perogram ini adalah program pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan ekonomi dan peluang kerja perlu bagi program ini menambahkan program edukasi karna wadah serta sumberdaya yang dimiliki sudah banyak, seperti pengajaran terhadap anak kecil tentang spesies ikan dan hewan, selain itu budaya tani tradisional juga dapat dikemas menjadi sebuah edukasi yang dapat menjadi nilai tambah dalam program ini. Selainm menjadi ladang pertumbuhan ekonomi juga bisa menjadi tempat edukasi bertanggung jawab dan berkualitas karna menawarkan esensi langsung.
Desa yang memiliki kalsifikasi sumberdaya alam dan modal sosial yang serupa, menurut penulis dapat melakukan hal yang sama jika dalam perjalanananya ditemukan problem yang sama yaitu penurunan ekonomi dan pendapatan, karna Program pemberdayaan masyarakat Sendang sombomerten yang dilakukan ini tidak menimbulkan efek negatif baik secara penghasilan dan lingkunga, dimana pembudidaya tetap dapat membudidaya namun mereka mendapatkan keuntungan lebih, yang bertani juga tetap dapat melakukannya karan mereka tidak dirugikan oleh program ini. Jadi program ini sangat di anjurkan untuk diterapkan dengan syarat memenuhi kalsifikasi dalam sumberdaya dan modal sosial yang serupa.
Kesimpulan
Program pemberdayaan masyarakat Sendang sombomerten merupakan program yang melalukan pemberdayaan dengan sistem buton up yaitu dengan melalkukan secara mandiri dan menjadikan diri mereka sebagai sabjek utama. Program pemberdayaan masyarakat Sendang sombomerten berhasil melakukan pemberdayaan kepada para petani sehingga mereka dapat memiliki penghasilan bahkan mendapat penghasilam yang lebih besar dari pekerjaan yang layak dan mampu untuk dikerjakan, serta membangun pertumbuhan ekonomi yang konsisten dan cenderung meningkat sebagaiman tercermin dalam Sustainable Developmen Goals (SDGs) 8 yaitu perkerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi.
Dengan melakukan langkah-langkah strategis program ini berhasil melakukan trasformasi dan asimilasi budaya, dari bertani dan membudidaya menjadi wisata dan budidaya ikan air tawar. Langkah-langkah strategis meliputi diskusi bersama terkait problem. Melakukan langkah untuk menemukan solusi melalui potensi yang ada seperti sendang Sombomerti, sumber air irigasi yang tidak dimanfaatkan optimal, untuk dikembangkan sebagai wisata air. Langkah strategis selanjutnya tanpa membuang-buang waktu, langsung dimulai dengan membangun kesadaran kelompok tani tentang potensi ekonomi sendang melalui pertemuan besar dibalai desa, selain membahas ide kemudian dilanjutkan dengan rapat yang menghasilkan pembentukan pengurus, perencanaan anggaran, serta inisiatif pinjaman modal awal Rp 25 juta. infrastruktur seperti kolam renang, kolam ikan terapi, dan fasilitas lain mulai dibangun melalui gotong royong. Anggota dikelompokkan menjadi tim teknis untuk pembangunan dan operasional wisata, serta tim nonteknis untuk perencanaan dan strategi. Pelatihan dan kunjungan studi ke destinasi wisata lain dilakukan guna meningkatkan keterampilan anggota. Wisata ini kini menciptakan lapangan kerja sekaligus mendukung ekonomi warga.
Sendang Sombomerti menjalin kerja sama strategis dengan destinasi wisata serupa, pemerintah daerah, dan dinas pembangunan. Sehingga dapat menerima bantuan berupa dana Rp 170 juta serta pendopo dari dana desa. Untuk pembayaran tiket masuk, sistem nontunai dijalankan bekerja sama dengan bank BPD DIY. Kemitraan ini memperkuat pengelolaan dan keberlanjutan wisata, serta meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam pengelolaan destinasi. Menciptakan inovasi dalam penjalanan program dan proyek agar selalu mendapat atensi publik selalau dilakukan.
Keberhasilan dalam Program pemberdayaan masyarakat Sendang sombomerten tidak lepas dari tantangan. Bergama tantangan sudah dilewati namun konsisten dan solidaritas dalam penjalanan merupakan langkah sempurna yang dilakukan, melalui kepemimpinan Bapak Martono seluruh tim memiliki visi dan misi yang sama. Hasil dan dampak dari semua usaha dari partipan tidak hanya dirasakan oleh mereka yang tergabung tetapi juga dirasakan oleh pihak eksternal yang berada didekat mereka.
Pemberdayaan masyarakat merupakan gerakan yang tidak mudah untuk direalisasikana secara berkelanjutan, apabila kita tidak memiliki jaringan sosial dan modal sosial. Dalam pemberdayaan masyarakat, hal atau modal utama yang paling penting dilakukan adalah menanamkan dan menumbuhkan rasa percaya masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam proyek yang akan dilakukan. Pendekatan paling soderhana dalam membangun kepercayaan adalah membangun rasa solid, rasa solid dapat menciptakan rasa sepenanggungan dan homogenitas dalam kelompok.
Pemberdayaan masyarakat yang berekelanjutan dan sustenble harus dibaringi dengan edukasi secara masif. Masyarakat yang berpendidikan memiliki wawasan dapat melanjutkan dan terus maju. Program pemberdayaan masyarakat Sendang sombomerten memadukan peluang, edukasi dan kerjasama yang menghasilkan sebuah keberhasilan yang besar dan maju, namun semua itu harus terus berinovasi agar selalu mendapatkan atensi sehingga dapat terus ada. Semua orang dan setiap kelompok memiliki kemampuan untuk maju oleh karna itu kita harus mengoptimalkan kemampuan dengan menjadi orang yang dapat mendorong orang lain maju.
ftrhmn