Penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi Sosiologi Agama Bersama Para Alumni
Yogyakarta, 20 Januari 2025
Program Studi Sosiologi Agama menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama para alumni pada hari Senin (20/01/2025) sebagai bagian dari penyusunan dan penyempurnaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan fakultas ini bertujuan untuk memastikan bahwa profil lulusan dan kompetensi yang dikembangkan prodi selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan dinamika sosial-keagamaan kontemporer.
Ketua Program Studi Sosiologi Agama, Dr. Mahatva Yoga Adi Pradana M.Sos, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan CPL tidak dapat dilepaskan dari partisipasi para alumni. Menurutnya, alumni merupakan pihak yang paling memahami tuntutan kerja nyata di lapangan sekaligus perubahan sosial yang tengah berlangsung. “Masukan dari alumni sangat penting untuk menjaga relevansi kurikulum. Kami ingin profil lulusan Sosiologi Agama benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan lembaga profesional,” ujarnya.
FGD diikuti oleh puluhan alumni yang kini bekerja di berbagai sektor, mulai dari lembaga penelitian, lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, institusi pendidikan, media, hingga komunitas pemberdayaan masyarakat. Para alumni memberikan perspektif terkait kompetensi apa saja yang dibutuhkan lulusan saat ini, seperti kemampuan analisis sosial-keagamaan, literasi digital, penelitian berbasis data, advokasi sosial, hingga penguatan soft skill seperti komunikasi publik, kolaborasi, dan etika profesional.
Salah satu alumni, Muhamad Faturahman, S.Sos, yang bekerja sebagai peneliti sosial, menekankan pentingnya kemampuan evidence-based analysis dalam kurikulum. “Lulusan Sosiologi Agama harus siap membaca perubahan masyarakat dengan data, bukan hanya wacana. Itu bekal utama agar mereka dapat berkontribusi dalam pengambilan kebijakan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, tim prodi berhasil merumuskan sejumlah pembaruan, antara lain: penguatan mata kuliah metodologi penelitian, integrasi isu-isu sosial-keagamaan kontemporer dalam pembelajaran, serta penyesuaian CPL agar lebih responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan lembaga mitra. Hasil diskusi akan menjadi dasar penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang akan diterapkan pada tahun akademik mendatang.