Bekali Kompetensi Pemberdaya Bagi Mahasiswa, Program Studi Sosiologi Agama Laksanakan Kuliah Kerja Lapangan

Sebagai program studi yang berkomitmen menghasilkan lulusan dengan kualifikasi sebagai pemberdaya, Sosiologi Agama fokus dalam pelaksanaan kuliah lapangan. Salah satunya adalah mata kuliah KKL (Kuliah Kerja Lapangan). KKL merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan menganalisa problem sosial secara riil, sekaligus memformulasi solusinya. Di sisi lain, KKL juga memberi kesempatan mengasah kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat secara langsung. Mengingat hal itu adalah kemampuan dasar yang perlu dimiliki oleh calon Sarjana Sosial.

Tahun 2020 ini, KKL dilaksanakan di masa libur semester yaitu 5 Januari hingga 5 Februari. Secara berkelompok, mahasiswa dibagi ke 10 lokasi atau obyek sasaran, yaitu Komunitas Kali Code, Komunitas Waria, Forum Pariwisata Tamanmartani, Warung Spesial Sambal (SS), Komunitas Kandang Kebo, Komunitas Cakra Dewantara, Komunitas Buruh Gendong Pasar Giwangan, Komunitas Bantaran Kali Gajah Wong, Desa Wisata Palgading, dan SIGAB (Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel).

Sebelum terjun ke lapangan mahasiswa dibekali pemahaman CBR (Community Based Research) dan PAR (Participation Action Research) oleh Dr. Moh Soehadha, S.Sos., M.Hum. dan Dr. Munawar Ahmad, S.S., M.Si. Metode tersebut perlu dipahami oleh mahasiswa sebagai pedoman dalam memetakan masalah sekaligus potensi yang ada pada masyarakat. Dengan demikian, program pemberdayaan yang dilakukan bisa efektif dan tepat sasaran.

Pada minggu pertama penerjunan, mahasiswa mulai aktif menyiapkan dan mengkonsolidasikan program dengan komunitas atau lembaga sasaran KKL, setelah sebelumnya melakukan observasi untuk keperluan pemetaan. Seperti Kelompok KKL di SIGAB yang menyiapkan agenda pembentukan Desa Inklusi. Sementara Kelompok Desa Wisata Palgading telah menghimpun donasi buku dan bekerjasama dengan Komunitas Hompimpa sebagai salah satu persiapan untuk penyelenggaraan Pekan Cinta Budaya Tradisional. (RI)