Kupas Tuntas Agama, Seksualitas, dan Keberagaman, LABSA Selenggarakan Webinar

Laboratorium Sosiologi Agama (LABSA) kembali menyelenggarakan diskusi rutin bulanan. Bulan April ini, diskusi mengangkat topik “Agama dan Keberagaman Seksualitas Manusia.” Topik yang dibahas kali ini merupakan topik lanjutan dari diskusi yang diselenggarakan pada Maret lalu yang mengupas topik “Problematika Transpria: Jebakan Patriarki dan Eksklusivisme Beragama.” Diskusi mengenai keberagaman seksualitas dalam kacamata agama bisa jadi masih dianggap tabu bagi sebagian orang. Namun justru diskusi ini, hendak mengupas secara terbuka bagaimana agama dan teks kitab memandang keragaman seksualitas.

Diskusi dilaksanakan pada 22 April 2020 melalui aplikasi Zoom. Kendati demikian, peserta dibatasi melalui sistem pendaftaran online yang dibuka sejak H-7. Diskusi kali ini cukup menarik sebab menghadirkan beberapa narasumber dari berbagai background yang bertujuan memperkaya khasanah pengetahuan keberagaman seksualitas. Pertama adalah Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A. selaku Dosen Program Studi Sosiologi Agama dan Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang membahas diskursus gender, seksualitas, dan keberagaman dalam tafsir Islam. Kedua, Ustadz Arif Nuh Safri, S.Th.I., M.Hum., yang mengulas sejarah keberagaman seksualitas dalam peradaban Islam. Ketiga, Pendeta Dr. Darwita Purba, yang mengulas tentang tafsir keberagaman seksualitas dalam tafsir Kristen.

Di moderatori oleh Khanis Suvianita, diskusi mampu menarik antuasisme peserta daring. Hal itu dilihat dari banyaknya peserta dari berbagai instusi dan latar belakang yang bergabung dalam webinar, serta pertanyaan-pertanyaan kasuistik yang disampaikan dalam forum. Karena masih berada dalam situasi pandemik, pada sesi terakhir dibuka pengumpulan donasi dari peserta sampai batas tujuh hari dari penyelenggaraan diskusi. Hasil pengumpulan donasi nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat marginal yang terdampak wabah korona dan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. (RI)