Dosen dan Alumni Sosiologi Agama Serukan Kemitraan dan Keadilan Gender

Semenjak kelahirannya, Rumah Gender Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) mengadakan diskusi rutin yang dilaksanakan sebulan sekali. Diskusi pertama dilaksanakan Rabu, 20 Mei 2020 pukul 20.00 WIB. Kegiatan yang dilakukan semasa pandemi ini dilaksanakan via Zoom Meeting Cloud sebagai adaptasi sesuai pada protokol yang dianjurkan pemerintah. Diskusi yang mengambil tajuk “Membangun Kemitraan dalam Keluarga di Masa Covid-19”, dosen Sosiologi Agama turut serta menjadi narasumber dan menyuarakan kemitraan dalam keluarga selama pandemi, yaitu Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang III Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam dan Dr. Rr. Siti Kurnia Widiastuti, S.Ag., M.Pd., M.A. Tak hanya dosen, alumni Sosiologi Agama juga turut serta memaparkan bagaimana kemitraan dalam rumah dibangun, yaitu Khoirunnisa, S.Sos yang juga menjadi Aktivis Perempuan.

Webinar seri kedua, mengusung tema yang tidak jauh dari seputar keadilan gender. Mengambil judul “Tubuhku Otoritasku: Melepaskan Diri Dari Jeratan Bucin (Budak Cinta)”, diskusi kembali dilakukan secara daring menggunakan aplikasi Zoom Meeting Cloud pada Jumat, 19 Juni 2020 pukul 09.00 WIB. Pada diskusi ini, kembali dosen dan alumni Sosiologi Agama memaparkan bagaimana hubungan cinta yang hanya dilandasi oleh perasaan dan sedikit logika jamak terjadi di sekitar kita. Seringkali pula hubungan yang mengarah bucin justru memperlihatkan adanya penindasan serta ketidakadilan, dan parahnya banyak yang tidak menyadarinya.

Pada pemaparannya, secara spesifik Mahatva Yoga Adi Pradana, M.Sos (dosen muda Sosiologi Agama) menjelaskan perihal kekerasan atas nama cinta. Alumni Sosiologi Agama turut serta memaparkan realitas hubungan bucin. Hikmalisa, S.Sos., M.A; yang juga merupakan pengurus yayasan Artikula Indonesia, membawakan materi bertajuk Breaking Toxic Relationship Habits. Ainul Luthfia Al Firda, S.Sos yang sekaligus Relawan PKBI Sleman menjelaskan topik mengenai “Apa Bedanya Cinta dan Nafsu?”. Adapun Yusfida Awalia Rohma, S.Sos menjadi moderator dari diskusi yang kaya ulasan tersebut.

Kontribusi pada dosen dan alumni pada diskusi yang diselenggarakan oleh Rumah Gender FUPI menjadi salah bukti bahwa Program Studi Sosiologi Agama juga fokus pada problem terkini terutama terkait gender. Hal itu juga menjadi preseden yang baik pula, bahwa kita perlu mengangkat problem gender mulai dari ruang diskusi yang kontinyu dan konsisten. (RI)