Diskusi Daring LABSA: Menelisik Narsisme Kelas Menengah Muslim di Masa Pandemi

Kembali Laboratorium Sosiologi Agama (LABSA) menyelenggarakan diskusi rutin bulanan. Edisi Agustus ini, diskusi mengangkat tema “Ruang Publik Virtual dan Narsisme Kelas Menengah Muslim di Masa Pandemi.” Tema ini mencoba menggali mengenai realitas perilaku narsistik kaum menengah muslim Indonesia di media sosial, dan komparasinya dengan masyarakat lain di negara-negara lain (negara maju).
Dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2020 pukul 13.00 hingga 15.00 WIB secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting, diskusi ini dimoderatori oleh Nur Afni Khafsoh, M.Sos. (Dosen Muda Program Studi Sosiologi) dan menghadirkan narasumber yang fokus pada kajian kelas menengah muslim. Pertama adalah Wasisto Raharjo Jati, S.IP. yaitu Peneliti LIPI dan Penulis Buku “Politik Kelas Menengah Muslim di Indonesia”. Kedua yaitu Abd. Aziz Faiz., M.Hum selaku Dosen muda Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang juga menulis buku The Trajectory of Middle Class Muslim in Southeast Asia.
Pada pemaparan, Wasisto menerangkan bahwa agama seringkali menjadi sumber narsistik. Hal itu merujuk pada hasil riset komparasi yang dilakukan oleh Pew Research Center 2017. Negara-negara berkembang memiliki persepsi beragama yang tinggi, namun cenderung lebih memiliki sikap narsistik. Hal itu berkebalikan dengan negara-negara maju dan sekuler. Aziz Faiz menambahkan sikap narsistik kaum muslim di Indonesia terutama terlihat pada mode berpakaian, yang mana realita itu sudah terlihat pada tahun 2010-an.
Diskusi yang berlangsung selama dua jam ini rupanya mengundang antensi dari berbagai kalangan. Hal ini terlihat dari beragamnya peserta yang ikut serta secara daring. Peserta tidak hanya dari internal UIN Sunan Kalijaga, melainkan juga dari institusi eksternal dan alumni. (RI)