Prodi SA Lakukan Monitoring dan Evaluasi Skripsi Secara Daring

Kaprodi memberikan gambaran timeline penyusunan skripsi
Kelulusan mahasiswa strata satu (S1) salah satunya ditentukan oleh penyelesaikan Tugas Akhir yaitu skripsi. Realitanya menulis skripsi memang tahap yang dianggap sulit bagi masyoritas mahasiswa. Tidak jarang mahasiswa mengalami kendala hingga kebingungan dalam proses penyusunannya. Bahkan beberapa kasus memperlihatkan sulitnya proses penyusunan skripsi ini membuat mahasiswa tidak lulus tepat waktu. Padahal ketepatan waktu kelulusan turut mempengaruhi akreditasi program studi (prodi). Oleh karena itu, prodi turut memiliki andil dalam memonitoring proses penyusunan skripsi para mahasiswa dan mencari solusi dari beberapa kendala, bersama dengan dosen pembimbing.
Merespon berbagai dinamika problem yang dialami mahasiswa tingkat akhir dalam menyusun skripsi, Prodi Sosiologi Agama melakukan monitoring dan evaluasi penyusunan skripsi. Kegiatan dibagi ke dalam tiga kluster waktu berdasarkan angkatan. Pembagian kluster tentunya untuk mengintensifkan monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini diawali pada Jumat, 18 Desember 2020 lalu pada pukul 19.30-21.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Dipimpin langsung oleh Kaprodi dan Sekprodi Sosiologi Agama yaitu Dr. Siti Kurnia Widiastuti, S.Ag., M.Pd., M.A. dan Ratna Istriyani, M.A., kegiatan monitoring juga dihadiri oleh para Dosen Pembimbing Skripsi (DPS) dan mahasiswa angkatan 2013 dan 2014 yang masih menyusun skripsi.
Pada awal ulasan, Kaprodi Sosiologi Agama (Siti Kurnia) mengungkapkan bahwa masih ada beberapa mahasiswa di atas semester sepuluh yang harus segera diupayakan kelulusan. Dari ulasan tersebut, ia juga menyampaikan data mahasiswa yang perlu dibimbing lebih intensif. Oleh karena itu, prodi berupaya meminimalisir atau bahkan menghindari angka drop out melalui monitoring dan evaluasi skripsi ini.
Ada beberapa tujuan dari penyelenggaraan monitoring dan evaluasi penyusunan skripsi ini. Pertama, sebagai media untuk menyambung komunikasi antara mahasiswa, DPS, dan Prodi. Komunikasi ini dianggap penting demi membangun empati dan motivasi kepada mahasiswa agar bisa menyelesaikan skripsinya. Kedua, memantau sejauh mana perkembangan proses penyusunan skripsi yang telah dilakukan oleh mahasiswa. Dari situ akan terlihat hambatan dan kesulitan yang dialami mahasiswa. Dengan demikian DPS bersama dengan Prodi bisa sama-sama memberikan solusi, nasehat, hingga motivasi. Ketiga, memastikan time line agar mahasiswa memiliki target jelas kapan skripsi akan selesai.
Kegiatan monitoring dan evaluasi skripsi tersebut menghasilkan keluaran time line dan target penyelesaian skripsi yang disepakati mahasiswa, DPS, dan prodi. Dengan demikian, memudahkan tindak lanjut dan monitoring lagi. Kegiatan seperti ini akan dilaksanakan pula pada kluster angkatan lainnya. (RI)