Kaji Virtual Community, UIN Sumatera Utara Kunjungi Prodi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Jajaran Pimpinan Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam, Pimpinan Prodi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga, dan Pimpinan Prodi S
Tidak dapat dimungkiri bahwa minat masyarakat untuk menimba ilmu di Program Studi Sosiologi Agama cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dari angka peminatan pada pendaftaran mahasiswa baru yang setiap tahun terus bertambah. Bukti lain ialah banyaknya pembukaan Program Studi Sosiologi Agama di seluruh Indonesia yang tidak pernah sepi peminat. Dalam dokumen Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI), saat ini terdapat 13 program studi Sosiologi Agama se-Indonesia.
Karena Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga telah berdiri sejak tahun 2000, program studi ini kerapkali menerima tamu dari program-program studi Sosiologi Agama yang belum lama berdiri. Pada Rabu, 7 Maret 2018, pihak yang berkunjung adalah Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ilmu Sosial, UIN Sumatera Utara. Mereka menamakan kunjungan itu sebagai benchmarking, yaitu suatu cara memperbandingkan kemampuan dan berbagai pekerjaan untuk tujuan meningkatkan kualitas produk yang baru.
Tim dari UIN Sumatera Utara tersebut terdiri dari tiga orang, yaitu Dr. Muhammad Dalimunte (Wakil Dekan I), Dr. Irwansyah, M.Ag. (Kaprodi Sosiologi Agama), dan Faisal Riza (Sekretaris Prodi Sosiologi Agama). “Sebagai prodi yang baru berjalan dua semester, kami memerlukan banyak informasi mengenai kurikulum, pengembangan laboratorium, sosialisasi, dan sebagainya,” tutur Dalimunte.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga, Dr. Alim Roswantoro, M.Ag., menyambut baik kunjungan mereka. Menurutnya, kurikulum di Program Studi Sosiologi telah berjalan dengan baik, prodi ini juga memiliki SDM yang berkualitas. Namun, Alim yang menyambut bersama Wakil Dekan 1 dan Wakil Dekan 2 Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam ini berpesan agar dokumen yang disusun nantinya tidak sama. Setiap program studi Sosiologi Agama diharapkan memiliki ciri khas, di samping tentu ada ciri keilmuan yang dibahas dalam asosiasi.
Selanjutnya, tim dari UIN Sunan Kalijaga bertukar pikiran bersama Kaprodi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga, Dr. Adib Sofia, S.S., M.Hum mengenai globalisasi dan virtual community yang dikembangkan pada kurikulum 2016. Selain itu, ada pula Piagam keanggotaan yang disepakati bersama Ketua Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI), Dr. Masroer, S.Ag., M.Si. Hadir pula dalam kesempatan itu, Ketua Laboratorium Sosiologi Agama (LABSA), Dr. Hj. Rr. Siti Kurnia Widiastuti, S.Ag., M.Pd., M.A. yang memaparkan pengelolaan laboratorium, terutama dalam mengoordinasikan Praktik Kerja Lapangan. (AS)