Prodi Sosiologi Agama Gelar Stadium General Bertajuk Deradikalisasi Agama

Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A tengah memaparkan tentang sejarah radikalisme
Radikalisme sebagai gerakan sosial dan politik marak terjadi di Indonesia. Beberapa waktu lalu, kasus pengeboman di Surabaya yang menyasar tiga gereja sekaligus, pelakunya ternyata merupakan satu keluarga. Lantas, bagaimana peran sentral keluarga sebagai lembaga terkecil di masyarakat dalam menangkal gerakan radikalisme?.
Kasus yang sedang hangat tersebut segera direspon oleh Program Studi Sosiologi Agama, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan menyelenggarakan kuliah umum dengan tajuk ‘Peran Keluarga Dalam Upaya Deradikalisasi Agama’. Acara ini diselenggarakan di Teatrikal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada hari Selasa tanggal 25 September 2018 yang dimulai pukul 10.00-13.00 WIB. Acara ini sekaligus juga sebagai apresiasi keluarga besar Program Studi Sosiologi Agama atas purna tugasnya Dra. Hj. Nafillah Abdullah, M.Ag.
Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Dr. Alim Roswantoro, S.Ag., M.Ag. Narasumber pada kesempatan kali ini diisi oleh Hj. Mahsunah Syakir, S.E., M.E.K. (Juara I Keluarga Sakinah Teladan se-Nasional, Kementerian Agama RI), Dra. Hj. Nafilah Abdullah, M.Ag. (Pakar Sosiologi Keluarga), dan Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A. (Pakar Gender dan Radikalisme). Acara ini juga dimoderatori oleh M. Yasser Arafat, S.Sos., M.A. (Alumnis Prodi SA angkatan ke III dan dosen Sosiologi Agama).
“Sejarah Radikalisme dimulai dari respon terhadap era modern. Sebab, di era modern, agama disisihkan. Agama tidak lagi jadi acuan seperti di abad pertengahan. Nah...ada beberapa kelompok yang ingin mengembalikan agama seperti di abad pertengahan, agama perlu dibela. Kira-kira begitu.”, jelas Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A ketika membuka diskusi.
Acara diikuti oleh seluruh mahasiswa Sosiologi Agama semester I. Mahasiswa begitu antusias mengikuti sesi acara demi acara. Pada sesi tanya jawab, beberapa mahasiswa mengajukan persoalan terkait keluarga yang jadi perbincangan hangat di masyarakat. Di akhir acara, ada penyerahan cinderamata kepada narasumber sekaligus foto bersama. (Sugeng)