Memperkuat Posisi dan Pengembangan Keilmuan di PTKIN, Prodi Sosiologi Agama dan ASAGI Gelar Sarasehan

Sosiologi Agama adalah program studi yang selalu relevan dengan situasi zaman. Hal ini mengingat realitas keberagamaan memang selalu dinamis dan menarik jika dilihat dalam kacamata Sosiologi. Setidaknya hal itulah yang menjadikan Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga kemudian mengukuhkan Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga memperoleh akreditasi A. Bukan hanya terkait dengan manajemen akademik dan segenap prestasi dosen, mahasiswa, hingga alumni; melainkan juga relevansinya sebagai ilmu yang tak pernah surut. Pernyataan itu bahkan disampaikan oleh Prof. Dr. Amin Abdullah pada sela-sela sesi penutupan akreditas Prodi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga pada akhir Maret lalu.”… Jika melihat realita sosial dan kondisi para pendidik perguruan tinggi saat ini, saya jadi merasa bahwa sepertinya semua pendidik perlu memiliki pengetahuan Sosiologi Agama,” tutur beliau.

Relevansi Prodi Sosiologi Agama dengan dinamika sosial inilah yang membuat Prodi Sosiologi Agama dan Asosiasi Sosiologi Agama se-Indonesia (ASAGI) menyelenggarakan sarasehan bertajuk,”Posisi ASAGI dalam Pengembangan Keilmuan Sosiologi Agama di PTKIN.” Sarasehan diselenggarakan secara virtual melalui zoom meeting dan live streaming Youtube Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga pada Sabtu, 24 April 2021 pukul 09.30-12.00 WIB. Acara dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A. dan sambutan dari Dr. Rr. Siti Kurnia Widiastuti, S.Ag., M.Pd., M.A. selaku Kaprodi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga sekaligus tuan rumah acara sarasehan.

Acara ini menghadirkan beberapa narasumber yaitu Dr. Moh. Soehadha, S.Sos., M.Hum. (Ketua ASAGI), Dr. Wahyuni, S.Sos., M.Si. (Kaprodi Sosiologi Agama UIN Makassar), Dr. Murdiyanto, S.Ag., M.Si. (Kaprodi Sosiologi Agama UIN Mataram), dan Dr. Nurus Sa’adah, S.Psi., M.Si. Psikolog. (Perintis ASAGI). Dimoderatori oleh Dr. Adib Sofia, SS., M.Hum., acara sarasehan berjalan secara dinamis dan cukup cair. Pada pemaparannya masing-masing narasumber menjelaskan terkait paradigma keilmuan Sosiologi Agama hingga kekhasan pengembangan keilmuan yang dibangun dari masing-masing Prodi Sosiologi Agama. Pengembangan kekhasan ini merupakan tindak lanjut dari FGD Distingsi Keilmuan yang diselenggarkan pada rangkaian acara Konferensi Sosiologi Agama II pada 2019 lalu.

Sarasehan berjalan cukup efektif dan komprehensif, setidaknya hal itu dilihat dari beberapa peserta yang mengajukan beberapa pertanyaan terkait bangunan keilmuan Sosiologi Agama hingga peran ASAGI dalam pengembangan keilmuan Sosiologi Agama sampai pada tataran praktis. Perserta pun juga cukup beragam karena dihadiri oleh dosen-dosen Prodi Sosiologi Agama dari berbagai PTKIN yang juga merupakan dari anggota ASAGI , mahasiswa, hingga alumni Sosiologi Agama. (RI)