Kuliah Umum Sosiologi Agama: Arah Keilmuan dan Praktik Sosiologi Agama dalam Pemberdayaan Masyarakat
13 Juni 2022 lalu, Program Studi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar kuliah umum dengan mengusung tema “Arah Keilmuan dan Praktik Sosiologi Agama dalam Bidang Pemberdayaan Masyarakat”. Meskipun acara ini dilaksanakan secara online melalui ruang virtual zoom, namun tidak mengurangi semangat dan rasa antusiasme para peserta. Tema ini diangkat untuk membuka cakrawala pengetahuan bagi mahasiswa Sosiologi Agama mengenai prospek lulusan dari jurusan ini. Sebab masih banyak dari mahasiswa Sosiologi Agama yang masih merasa belum menemukan karir yang cocok ketika mereka telah lulus.
Kaprodi Sosiologi Agama, Dr. Rr. Siti Kurnia Widiastuti, M.Pd., M.A, dalam sambutannya menyampaikan bahwasannya seorang mahasiswa haruslah memiliki semangat yang tinggi dalam belajar. Tidak hanya dalam lingkup akademik, tetapi juga di luar akademik agar memiliki kompetensi dan pengalaman yang luas sesuai dengan memanfaatkan fasilitas dalam bidang keilmuan Sosiologi Agama. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa kajian Sosiologi Agama tidak terlepas dari bagaimana melihat realitas sosial keagamaan dalam perspektif sosiologis. Sebab agama selalu berkelindan di hampir semua lini kehidupan sosial masyarakat.
Oleh karenanya, kajian Sosiologi Agama menjadi sangat penting dalam upaya menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Dalam upaya tersebut, tentu masyarakat harus dibekali dengan pemberdayaan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Ada dua narasumber yang hadir pada forum ini untuk berbagi pengalaman terkait pemberdayaan masyarakat, yakni Ibu Solia Munce Muzir, S. Sos dari Program Officer PEPCOM Yayasan NLR Indonesia dan juga Bapak Mahatva Yoga Adi Pradana, M.Sos, salah satu dosen prodi Sosiologi Agama.
Dalam pemaparannya, Ibu Solia mengatakan bahwa dengan belajar Sosiologi Agama akan menambah perspektif kita dalam melihat fenomena sosial. Alumni Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga ini telah berkecimpung di bidang pemberdayaan masyarakat selama kurang lebih 12 tahun. “Langkah awal dalam memberdayakan masyarakat adalah dengan asesmen terlebih dahulu guna melihat apa yang sebenarnya sedang dibutuhkan oleh masyarakat”, jelasnya. Pak Yoga juga memberikan motivasi kepada para peserta bahwa jangan malu dan takut untuk berbagi peran dan ruang dengan masyarakat. “Masyarakat harusnya diberdayakan, bukan diberdayai”, imbuhnya.
Acara kuliah umum ini diharapkan mampu menambah wawasan bagi para mahasiswa terkait arah keilmuan Sosiologi Agama dan juga luasnya prospek lulusan Sosiologi Agama. Lulusan Sosiologi Agama tidak hanya terpaku pada bidang akademisi saja, tetapi lulusan Sosiologi Agama juga dapat berperan dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Sehingga para mahasiswa Sosiologi Agama sudah memiliki pandangan terkait karir yang akan mereka tempuh di masa mendatang. (IYA).