Kenali Potensi Entrepreneurship, Laboratorium Sosiologi Agama (LABSA) Gelar Diskusi Bulanan

Entrepreneurship merupakan potensi yang dimiliki oleh setiap orang. Dengan entrepreneurship, manusia bisa berdaya baik secara individu maupun masyarakat. Akan tetapi tidak semua orang mengetahui potensi yang dimilikinya, beberapa juga tidak mengerti cara untuk mengembangkan potensi entrepreneuship yang telah dimiliki.

Oleh karena itu, Laboratorium Sosiologi Agama (LABSA) menggelar diskusi yang bertajuk Social Entrepreneurship For Society Sustainability dengan narasumber Prof. Dr. Ahmad Rozelan Yunus dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka pada hari Selasa, 30 April 2019. Diskusi ini dilaksanakan di Gedung Teatrikal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Turut hadir juga Dr. Adib Sofia, S.S., M.Hum (Ketua Jurusan Program Studi Sosiologi Agama), Dr. Nurus Sa’adah,S.Psi., M.Si., Psi (Dosen sekaligus moderator), Dr. Rr. Siti Kurnia widiastusi,S.Ag., M.Pd., M.A (Dosen) dan Ratna Istriyani, M.A (Dosen).

Prof. Dr. Ahmad Rozelan mengatakan bahwa setiap manusia berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya oleh asupan informasi yang diterima setiap harinya. Akibatnya karakter dari masing-masing manusia menjadi berbeda. Maka penting bagi akademisi sosial untuk mengetahui dan mengidentifikasi karakter manusia.

“Karakter manusia bisa dibedakan menjadi tiga jenis, visual (gambar), auditori (ucapan), dan kinestetik (tingkah laku). Setelah kita tahu karakter lawan bicara, kita bisa dengan mudah menjalin relasi dengannya. Hal itu penting sebagai dasar untuk mengembangkan potensi entrepreneurship kalian”, jelasnya lebih lanjut.

Dr. Adib Sofia, S.S., M.Hum (Ketua Jurusan Program Studi Sosiologi Agama) memberikan apresiasi yang positif dengan terselenggaranya diskusi ini. “Lulusan Sosiologi Agama selain sebagai akademisi dan peneliti, juga sebagai agen untuk memberdayakan masyarakat. Maka diskusi semacam ini penting untuk dilaksanakan, karena modal untuk bisa memberdayakan masyarakat selain leadership, juga perlu enterpreneurship”, katanya di akhir sesi diskusi. (Ahmad Sugeng Riady)