Gelar Dua Workshop, Prodi Sosiologi Agama Tingkatkan Kapasitas dan Kapabilitas Mahasiswa
Peserta tengah menyimak pemaparan mengenai strategi publikasi hasil penelitian
Pada tanggal 24-25 Oktober lalu Program Studi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sukses gelar workshop dengan dua tema berbeda.
Tema yang pertama yaitu “Penyusunan Program Pengabdian kepada Masyarakat”, kemudian disusul tema kedua di hari berikutnya dengan tajuk “Publikasi Penelitian”.
Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Sarilla Condongcatur itu diikuti sebanyak 18 mahasiswa yang terpilih.
Di hari pertama, workshop dibuka dengan sambutan oleh Dr. Rr. Siti Kurnia Widiastuti selaku Ketua Program Studi Sosiologi Agama.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa, “Dengan adanya workshop ini, mahasiswa dapat mengenal isu-isu sosial dan problem sosial di masyarakat. Harapannya, peserta dapat membuat program pengabdian setelah kegiatan ini guna menunjukkan eksistensi sebagai mahasiswa Sosiologi Agama”.
Setelah itu, workshop diisi oleh Nur Arifin, S.Sos seorang Founder Perpustakaan Alam Integrasi Interkoneksi yang merupakan alumni Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga.
Dalam pemaparannya, beliau mengungkapkan bagaimana beliau tergerak untuk berkiprah dalam pemberdayaan dan pembangunan masyarakat di kampung halamannya Kabupaten Kebumen dengan mendirikan perpustakaan alam ini.
Menurutnya, konsep pemberdayaan dan pembangunan harusnya berfokus pada manusia sebagai subjek, bukan objek.
Setidaknya ada tiga strategi yang harus ditempuh dalam mengembangkan konsep pemberdayaan dan pembangunan, 1) Menciptakan iklim: semua memiliki potensi berkembang, 2) Memperkuat daya: potensi/ daya beli, 3) Melindungi: mencegah persaingan yang tidak seimbang).
Tidak hanya itu, beliau juga menambahkan tips yang sangat penting bagi mahasiswa yang hendak membuat sebuah program pengabdian masyarakat.
“Dalam membuat sebuah program pengabdian juga perlu strategi dan perlu jalur politik. Kita dapat mencari jejaring itu mulai dari sekarang”, tambahnya.
Kemudian, pada sesi berikutnya dilanjutkan dengan pemaparan oleh alumni Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga yaitu Muhammad Fathur Rahman, S.Sos yang saat ini sedang berkiprah di Sahabat Unggul Daarut Tauhid.
Dalam sesi ini, beliau menyampaikan bahwa dalam penyusunan program pemberdayaan masyarakat, kita harus memahami kondisi masyarakat marginal secara komprehensif.
“Persepsi kita dalam memahami kondisi masyarakat, seringkali berbeda dengan kondisi riil yang dialami masyarakat. Apa yang dipahami oleh kita sebagai kebutuhan yang harus diberikan kepada masyarakat ternyata tidak selalu sesuai dengan kebutuhan yang benar-benar diharapkan oleh masyakarat. Hal ini berujung pada tidak optimalnya program-program yang dikembangkan dalam rangka pemberdayaan masyarakat”, pungkasnya.
Setelah itu, workshop dilanjutkan pada hari berikutnya dengan tema “Publikasi dan Penelitian”.
Di workshop hari kedua juga dibuka dengan sambutan oleh Ketua Program Studi Sosiologi Agama Dr. Rr. Siti Kurnia Widiastusti.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa, “Setelah mengikuti workshop ini, harapannya peserta dapat membuat artikel ilmiah dan dapat menerbitkan artikel ilmiah ke jurnal terakreditasi. Selain itu, peserta juga diharapkan bisa mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi dalam dunia penelitian dengan orang di luar prodi Sosiologi Agama.
Materi pertama disampaikan oleh Nur Ri’fah Hasaniy, S.Sos, juga alumni Sosiologi Agama yang saat ini sedang menempuh pendidikan magister di CRCS Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Nur Ri’fah menyampaikan beberapa tips dalam menulis dan meneliti yang terbagi dalam dua bagian, yakni sebelum melakukan penelitian dan setelah melakukan penelitian.
“Dalam menulis sesuatu, yang Sosiolog lihat adalah fenomena dan bagaiman fenomena itu terjadi. Setelah menemukan topik penelitian, lanjut pada modal menulis. Dalam artikel jurnal, tujuannya terbatas, hanya ada one single idea. Ketika membuat judul, perlu dipahami dulu objek material, objek formal, dan konteks”.
Kemudian, pada sesi kedua materi disampaikan oleh Arkan Syafera, S. Ant yang merupakan mahasiswi Magister Antropologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Beliau memberikan insight mengenai Research Gap & Novelty dalam penelitian.
Menurutnya, dalam melakukan sebuah penelitian, perlu adanya research gap and novelty untuk menunjukkan kebaharuan dari suatu penelitian agar dapat membedakan dengan penelitian yang terdahulu.
“Menemukan novelty dapat dicari dengan banyak membaca jurnal scopus, buku induk, dan kecenderungan umum di tempat lain yang berbeda dengan biasanya. Selain itu, menemukan novelty juga dapat dilakukan dengan berdiskusi bersama dosen dan bertanya pada informan kunci di lapangan”.
Setelah pemaparan materi, para peserta diajak untuk berlatih menulis sesuai dengan teori yang sudah disampaikan oleh para narasumber.
Dengan terlaksananya workshop selama dua hari ini, besar harapan Program Studi Agama dapat menambah wawasan dan meningkatkan kapasitas mahasiswa agar siap menjadi lulusan yang unggul dan mumpuni. (IYA)