Kunjungan Akademis Sosiologi Agama UIN Alauddin Makassar ke Prodi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Drs. Santri Sahar, M.Si dari Sosiologi Agama UIN Alauddin Makassar tengah menyampaikan materi diskusi
Sosiologi Agama merupakan program studi yang semakin menunjukkan eksistensi sebagai ladang ilmu. Hal itu dapat dilihat dari angka minat pendaftaran mahasiswa baru yang setiap tahun terus meningkat. Bukti lain adalah banyaknya pembukaan Program Studi Sosiologi Agama di Indonesia yang tidak sepi peminat. Pada dokumen Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI), tercatat telah ada 15 program studi Sosiologi Agama se-Indonesia.
Sebagai salah satu pionir, Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga yang telah berdiri sejak tahun 2000 seringkali menerima tamu dari program-program studi Sosiologi Agama kampus lain. Salah satunya adalah kunjungan dari Prodi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Alauddin Makassar pada Selasa, 25 Juni 2019. Agar lebih produktif kunjungan tersebut dikemas dalam bentuk diskusi ilmiah.”Kegiatan kunjungan ini memang sengaja dikemas dalam bentuk diskusi, agar jelas inputnya dan tidak hanya sekedar bertanya kabar saja,” tutur Dr. Adib Sofia, S.S., M. Hum. selaku Kaprodi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Acara diskusi turut diprakarsai oleh Laboratorium Sosiologi Agama dan diikuti oleh mahasiswa dan Dosen Pendamping dari Sosiologi Agama UIN Alauddin Makassar yaitu Suriyani, S.Ag., M.Pd., mahasiswa dan Dosen Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. Masroer, S.Ag.,M.Si. (Ketua ASAGI), Yaser Arafat, M.A., dan Ratna Istriyani, M.A. Adapun tema yang diangkat dalam diskusi adalah “Problem Sosio-Kultural Pernikahan di Indonesia” dengan narasumber Drs. Santri Sahar, M.Si dari Sosiologi Agama UIN Alauddin Makassar dan Dr. Rr. Siti Kurnia Widiastuti, S.Ag., M.Pd., M.A. dari Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Gairah diskusi tampak terlihat pada sesi tanya jawab. Beberapa mahasiswa dari Sosiologi Agama UIN Alauddin mengajukan pertanyaan terkait problem mengenai pernikahan di Indonesia. Begitupun dengan mahasiswa Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Harapannya kunjungan ilmiah serupa bisa menjadi tradisi, sebab terbukti mampu menjadi sarana bertukar ilmu dan kebaruan. (Ratna)