Kontribusi Mahasiswa di Balik Kelancaran Visitasi Akreditasi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga

Proses akreditasi akademik yang identic dengan kepanikan administrasi, tumpukan tebal berkas sana-sini, hingga kerja lembur para jajaran struktural nampaknya terasa tak sama ketika melihat Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini. Menjelang vitasi yang dilakukan oleh tim asesor, tidak hanya persiapan matang para dosen namun mahasiswanya juga terlibat aktif di dalamnya. Bagi mereka, akreditasi bukan hanya sekedar agenda seremonial rutin fakultas di tiap lima tahun melainkan menjadi panggung pembuktian kolektivitas. Peran mereka tidak lagi sebatas pelengkap pada saat sesi wawancara, melainkan menjadi penggerak di balik layar.

Sejak beberapa bulan terakhir, terlihat mahasiswa bersama dosen membagi perannya masing-masing untuk menyiapkan dan merapikan data-data pendukung yang penting dalam borang akreditasi. Mulai dari pendataan akademik dan non akademik mahasiswa, dokumentasi kegiatan unggulan prodi, hingga melacak rekam jejak alumni. Karena menurut mahasiswa, akreditasi sebagai taruhan masa depan bersama. Jadi ketika prodi membutuhkan bantuan, mahasiswa akan berada di garda terdepan. Meskipun tantangan terbesarnya adalah tentang waktu dan tenaga di tengah padatnya perkuliahan, tidak menyurutkan semangat mahasiswa.

Uniknya, keterlibatan ini memicu refleksi kritis khas mahasiswa sosiologi. Persiapan akreditasi ini menurut mereka sebagai laboratorium sosial lingkup kecil, karena terbangunnya solidaritas organic khas teori-teori sosial yang mereka pelajari di kelas. Ini bukti nyata bahwa teori sosiologi bukan sekedar berhenti di bacaan saja namun juga praktiknya di kehidupan sehari-hari. Respon positif dan apresiasi tinggi pun tersampaikan oleh pengelola program studi Sosiologi Agama bahwa energi dan antusiasme mahasiswa dalam persiapan ini sangat membantu meringankan kerja tim. Hal ini menunjukkan adanya rasa kepemilikan yang luar biasa dari mahasiswa terhadap almamater.

Melalui kerja keras kolaboratif dalam persiapan ini, tentunya para mahasiswa tidak hanya berharap predikat unggul disandang oleh prodi secara administratif. Lebih dari itu proses ini telah menjadikan para mahasiswa, dosen, dan alumni terjalin simpul solidaritasnya. Ketika hari datangnya para asesor, para mahasiswa siap menyambutnya dengan kepala tegak. Bukan hanya mengandalkan dokumen rapi dan berkas-berkas penting, melainkan peluh keringat kerja keras dan ide-ide yang mereka tuangkan di setiap lembar borang yang akan diujikan.