Kuliah Umum Sosiologi Agama Live on Instagram

Dunia tengah dihadapkan pada permasalahan wabah yang cukup serius. Dimulai dari ditemukannya virus korona (Covid-19) di kota Wuhan, Provinsi Hubae, China pada penghujung tahun 2019. Secara cepat wabah sejenis flu ini menginfeksi dan merenggut nyawa hingga ribuan orang. Berbagai skenario upaya pun dilakukan oleh negara-negara lain untuk mengevakuasi warganya yang masih terjebak di Kota Wuhan. Situasi tentu saja semakin kalang kabut ketika kasus Covid-19 mulai bermunculan di berbagai negara belahan dunia, seperti Korea Selatan, Jepang, Iran, Italia, hingga Amerika Serikat. Indonesia menjadi salah satu di antaranya.

Hal yang perlu digaris bawahi adalah bahwa kasus virus korona bukan hanya bersinggungan dengan problem kesehatan. Imbasnya meluas hingga sektor ekonomi, pariwisata, pendidikan, politik, dan keamanan. Bahkan pada tataran akar rumput virus ini pun menuai banyak realita terutama dalam konteks kehidupan beragama. Ditutupnya sejumlah tempat ibadah guna mencegah penyebaran virus menuai tafsir yang beragam, hingga respon masyarakat beragama terhadap kasus virus korona yang telah mengglobal ini. Merujuk pada kompleksnya permasalahan terkait virus korona, Program Studi Sosiologi Agama menyelenggarakan kuliah umum yang bertajuk “Virus Korona dan Respon Masyarakat Beragama di Indonesia.” Kuliah umum yang awalnya diagendakan secara terbuka pada tanggal 16 Maret 2020 pada akhirnya harus dilakukan secara live on Instagram melalui akun resmi Sosiologi Agama yaitu @sosiologiagamauinsk. Hal itu dilakukan mengikuti instruksi dari pimpinan universitas untuk meniadakan kegiatan yang menghadirkan banyak orang, sesuai dengan instruksi presiden.

Kuliah umum live on Instagram untuk pertama kalinya ini dibuka dengan sambutan Ketua Program Studi Sosiologi Agama, Dr. Adib Sofia, S.S., M.Hum. Ia menyampaikan bahwa isu mengenai virus korona mendesak untuk didiskusikan, sehingga kuliah umum tetap berjalan kendati dengan konsep berbeda. Kuliah dimoderatori oleh Yoga Adi Pradana, S.IP., M.Sos. dosen Sosiologi Agama dengan narasumber Dr. Munawar Ahmad, S.S., M.Si (dosen Sosiologi Agama) dan Dr. Phil. Syaifuddin Zuhri, M.A. Pada pemaparannya Munawar Ahmad menyampaikan bahwa virus korona bisa diulas dalam kajian Sociology of Disease. Wabah penyakit bisa seiringkali dianggap sebagai kutukan yang turut mempengaruhi relasi sosial. Pada sudut pandang politik wabah korona telah memproduksi ketimpangan power dan pasar. Sementara itu, Syaifuddin Zuhri mengulas virus korona melalui kompleksitas diskursus dan bagaimana Islam melihat penyakit atau wabah.

Kendati kuliah umum live on Instagram hanya wajib bagi mahasiswa Sosiologi Agama angkatan 2019, rupanya minat mahasiswa lintas angkatan, jurusan, fakultas, hingga universitas pun cukup tinggi. Hal itu dilihat dari komentar yang muncul selama kuliah live on Instagram ini berlangsung. Bahkan partisipan daring juga beberapa memberikan pertanyaan pada saat sesi diskusi. Hal ini menunjukkan bahwa diskusi mengenai wabah virus korona menarik perhatian banyak kalangan. (RI).