Diskusi Daring LABSA: Menyelami Akar Keberagamaan

Foto narasumber dan peserta Diskusi Daring LABSA
Laboratorium Sosiologi Agama (LABSA) kembali menyelenggarakan diskusi rutin bulanan. Edisi November kali ini, LABSA bekerja sama dengan Penerbit Lawwana mengambil tema diskusi “Menyelami Akar Keberagamaan,” dengan membedah buku dengan judul “Akar Radikalisme di Indonesia.” Topik ini tentu masih menjadi isu hangat di Indonesia, mengingat radikalisme masih masif terjadi, bahkan sudah sampai menyasar keluarga sebagai pelaku seperti yang terjadi di Surabaya dua tahun silam.
Dilaksanakan pada Senin, 16 November 2020 pukul 08.00 hingga 11.30 WIB secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting. Diskusi ini dimoderatori oleh Siti Hajar Rahmawati, M.Psi (Aktivis Akara Perempuan, Jakarta) dan menghadirkan narasumber yang sekaligus kontributor penulis di buku Akar Radikalisme di Indonesia yaitu Valensius Ngardi, M.Hum. (SMA Katolik Kalimantan) dan Dr. Siti Kurnia Widiastuti, S.Ag., M.Pd., M.A. (Kaprodi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).
Pada diskusi tersebut hadir pula beberapa penanggap yang memberikan ulasannya mengenai isi buku Akar Radikalisme di Indonesia. Adapun beberapa penanggap antara lain: Dr. Aguk Irawan, M.A. (Budayawan NU), Dr. Martin Sinaga (Dosen STT dan STF Drikarya Jakarta), Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A. (Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Dr. Abdul Aziz, M.A. (Dosen IAIN Surakarta), dan Akhol Firdaus (Dosen Filsafat IAIN Tulungagung). Para penanggap memberi apresiasi terhadap penulisan buku dengan judul Akar Radikalisme di Indonesia ini. Kendati demikian, memang masih ada catatan, bahwa tersebut belum menggali sampai ke akar mengenai realitas radikalisme. Untuk itu, bisa menjadi bahan tindak lanjut dengan membuat tulisan seri selanjutnya sehingga lebih mempertajam ulasan mengenai realitas radikalisme yang masih cukup jamak terjadi di Indonesia.
Diskusi yang berlangsung selama tiga setengah jam tersebut rupanya mengundang antensi dari berbagai kalangan. Hal ini terlihat dari beragamnya peserta yang ikut serta secara daring. Peserta tidak hanya dari internal UIN Sunan Kalijaga, melainkan juga dari institusi eksternal dan mahasiswa (RI)