Kuliah Umum Sosiologi Agama: Peluang dan Tantangan Karir Lulusan Sosiologi Agama dalam Jurnalisme Televisi

Pada Jum’at, 7 Oktober 2022, Program Studi Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kuliah umum dengan mengusung tema yang sangat menarik yaitu “Peluang dan Tantangan Karir Lulusan Sosiologi Agama dalam Jurnalisme Televisi”. Tema ini cukup relevan dengan kegundahan para mahasiswa Sosiologi Agama yang masih bingung dengan prospek kerja di masa depan. Acara ini adalah kuliah umum pertama yang digelar secara offline setelah dua tahun secara online di masa pandemi Covid-19. Tentunya hal ini disambut dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Para mahasiswa berbondong-bondong memadati Gedung Teatrikal FUPI dari pukul 08.00 hingga pukul 11.00 WIB.

Acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Ketua Program Studi Sosiologi Agama, Dr. Rr. Siti Kurnia Widiastuti, M.Pd., M.A. Dalam sambutannya, Ibu Nia menyampaikan bahwa kita harus bangga menjadi mahasiswa Sosiologi Agama karena peluang karir lulusan Sosiologi Agama itu sangat luas, tidak hanya sebatas berkarir di dunia akademik saja. Lulusan Sosiologi Agama dapat masuk dan berperan dalam berbagai lini kehidupan masyarakat, termasuk di bidang media. Di Prodi Sosiologi Agama, kita dibekali kemampuan untuk memotret problem-problem sosial keagamaan yang ada di masyarakat melalui media. Di era digital seperti saat ini, menguasai hal-hal terkait media adalah kemampuan yang seharusnya dimiliki. Mahasiswa Sosiologi Agama harus pandai membaca peluang karir ke depan, termasuk karir di bidang media. Hal yang harus dipersiapkan sebagai lulusan Sosiologi Agama adalah membekali diri dengan potensi yang dimiliki untuk mendapatkan kesempatan karir yang luas di masa depan.

Kuliah umum kali ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Ibu Ratna Istriyani, M.A selaku dosen dan sekretaris Prodi Sosiologi Agama dan juga Bapak Putut Anom Karangjati, S.Pd, seorang jurnalis Metro TV. Sesi pertama disampaikan oleh Bu Ratna, dalam materinya beliau memulai dengan menjelaskan perkembangan media dari masa ke masa. Kemudian beliau juga menyampaikan bahwa berkarir di dunia jurnalis televisi dapat dijadikan sebagai opsi sebab prospek kerja lulusan Sosiologi Agama sangatlah luas. Sebagai lulusan Sosiologi Agama nanti kita dituntut harus bisa melihat berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat secara holistik. Ilmu-ilmu yang telah kita peroleh di masa perkuliahan dapat menjadi modal bagi kita untuk berkecimpung di dunia jurnalistik.

Pemaparan materi pada sesi kedua disampaikan oleh Bapak Putut, seorang jurnalis yang sudah menyelami dunia jurnalis televisi sejak tahun 2014. Dalam kesempatan ini, beliau berbagi pengalaman di bidang jurnalis, termasuk tantangan-tantangan yang dihadapinya selama mengemban tugas. Beliau juga memaparkan relevansi dan peluang jurusan ilmu sosial di bidang jurnalistik, mengingat beliau ini adalah seorang lulusan ilmu sosial di salah satu kampus negeri di Yogyakarta. Menurut beliau, seorang lulusan ilmu sosial ketika berkarir di bidang media televisi bisa lebih mengetahui kondisi sosio-kultural yang ada di masyarakat. Kita dapat secara jeli menganalisis pola-pola sebab akibat mengenai fenomena yang sedang terjadi. Dengan demikian, kita menjadi tidak mudah menjustifikasi orang lain dengan berbagai spekulasi. Seorang jurnalis harus mampu mencari data pembanding ketika melaporkan suatu kejadian agar tidak bias ke salah satu pihak.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh para peserta dan narasumber. Para peserta sangat antusias dalam memberikan berbagai pertanyaan, kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa baru Sosiologi Agama angkatan 2022. Kuliah umum ini diharapkan dapat membuka cakrawala pengetahuan bagi para mahasiswa untuk mendapatkan gambaran karir ke depan. Prospek kerja yang luas ini dapat kita sikapi dengan cara membekali diri dengan kemampuan-kemampuan yang sekiranya dapat mendukung karir yang akan kita bidik. Sehingga kita sudah siap ketika dihadapkan pada kesempatan karir yang ditawarkan di masa depan. (IYA).