Prodi Sosiologi Agama Susun Kurikulum Baru Melalui Workhsop Redesain Kurikulum

Para Dosen Sosiologi Agama tengah berdiskusi memformulasi persebaran mata kuliah
Kurikulum merupakan desain yang menentukan proses pembelajaran di suatu kampus. Melalui penyusunan kurikulum, susunan mata kuliah disesuaikan dengan capaian pembelajaran lulusan yang tentunya disesuaikan pula dengan profil lulusan masing-masing program studi (prodi). Kendati demikian, penyusunan kurikulum juga tidak dilepaskan dari tantangan dan kebutuhan zaman. Di era revolusi industri 4.0, realitas digital merupakan keniscayaan yang perlu menjadi perhatian bagi setiap prodi. Terutama realitas globalisasi yang menuntut kebutuhan perkuliahan yang berwawasan internasional.
Menjawab kebutuhan dan tuntutan tersebut Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam menyelenggarakan Workshop Pengembangan Fakultas dan Redesain Kurikulum pada tanggal 22-24 April 2019 di Hotel Swiss Belinn, Solo. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh prodi di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tanpa kecuali Program Studi Sosiologi Agama. Acara Workshop dibuka oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Dr. Alim Roswantoro, M. Ag. dan dipimpin oleh Wakil Dekan I yaitu Dr. Fahruddin Faiz, S. Ag., M. Ag.
Pada workshop tersebut ditekankan pada penyusunan mata kuliah prodi yang sesuai dengan profil lulusan, persebaran mata kuliah yang sesuai level semester, tidak tumpang tindih, dan memungkinkan mahasiswa untuk cepat lulus. Berdasarkan ketentuan itu, dengan dipimpin oleh Dr. Adib Sofia, SS., M. Hum. selaku Ketua Prodi pada sesi small group discussion, Prodi Sosiologi Agama menyusun Rancangan Kurikulum yang disesuaikan dengan profil lulusan yaitu sebagai akademisi, peneliti, dan penyuluh agama. Guna menjawab tuntutan internasionalisasi, Program Studi Sosiologi Agama membuka 4 mata kuliah rintisan internasional. Selanjutnya untuk mempercepat masa studi mahasiswa, jumlah awal SKS keseluruhan yang harus ditempuh yaitu 159 dipangkas menjadi 149 SKS. Workhsop Redesain kurikulum ini adalah langkah awal untuk memformulasi kurikulum tahun 2020. Dengan demikian, hasil dari workshop tersebut harus terus di-follow up yang disempurnakan melalui workshop lanjutan. (Ratna)