Empat Mahasiswa Sosiologi Agama Lolos Seleksi KKN Tematik Luar Jawa

Potret Ladang Berpindah yang jamak ditemukan di dataran Kalimantan sehingga menjadi salah satu sasaran lokasi KKN Tematik.
Selain membuka Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri dan Tematik dalam Pulau Jawa, beberapa waktu lalu Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga membuka program (KKN) Tematik Internasional dan Luar Jawa Angkatan 99. Program tersebut dibuka dengan mekanisme seleksi terbuka bagi mahasiswa yang tertarik pada tema yang ditawarkan. Adapun persyaratan yang harus dilalui adalah membuat proposal pemberdayaan yang kemudian diseleksi secara administratif. Selanjutnya wawancara dengan tema sesuai dengan analisis masalah di masing-masing tempat yang dituju. Lokasi tujuan KKN Tematik kategori Internasional KKN adalah Kamboja, kemudian lokasi KKN Tematik Luar Jawa meliputi Gorontalo, Kalimantan Selatan, dan Lampung.
Berdasarkan seleksi yang dilakukan LPPM, empat orang mahasiswa Sosiologi Agama dinyatakan lolos menjadi peserta KKN Luar Jawa. Pertama, Ahmad Sugeng Riyadi yang lolos di kluster tematik Gorontalo dengan dampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Yasir Arafat. Kedua, Khoniq Nur Afiah lolos kluster tematik Ladang Berpindah di Kalimantan dengan DPL Dr. Ahmad Muttaqin, M.Hum. Ketiga, Errina Bella Noor Fadhila yang lolos kluster tematik Ladang Berpindah di Kalimantan dengan DPL Dr. Ahmad Muttaqin, M.Hum. Keempat, Diki Noras Habibi dinyatakan lolos kluster tematik Tanggap Bencana di Lampung dengan DPL Very Yulianto.
Program KKN Tematik Internasional dan Luar Jawa merupakan langkah nyata yang dilakukan LPPM UIN Sunan Kalijaga guna memfasilitasi program pengabdian masyarakat bagi mahasiswa. Harapannya mahasiswa bisa berkontribusi nyata dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat luas. Merujuk pada tema yang ditawarkan yaitu Ladang Berpindah dan Tanggap Bencana, KKN Tematik ini juga cukup identik dengan aspek pemberdayaan yang selama ini juga menjadi sasaran muatan kurikulum dan perkuliahan Sosiologi Agama. Dengan lolosnya empat mahasiswa Sosiologi Agama pada program KKN Tematik ini sekaligus menjadi eviden bahwa mahasiswa cukup matang untuk meramu program pemberdayaan dan pengabdian kepada masyarakat yang dituju. Dengan demikian, program tematik serupa harapannya bisa terus dibuka dan ditawarkan bagi mahasiswa. (Ratna)