Kembali Torehkan Prestasi, Mahasiswa Sosiologi Agama Menjadi Best Speaker dalam Ajang Simposium Nasional

Fajar Dwi Noviantoro, mahasiswa semester empat Prodi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam telah berhasil mengharumkan nama almamater UIN Sunan Kalijaga. Bagaimana tidak, mahasiswa kelahiran Kediri ini berhasil menjadi best speaker divisi lingkungan pada kegiatan Simposium Nasional dalam Rangkaian Pengabdian Masyarakat “Pengabdi Muda #5” yang dilaksanakan oleh Arah Pemuda Indonesia di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Tentu ini adalah prestasi yang sangat membanggakan dan patut untuk diapresiasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar nasional yang kemudian disusul dengan presentasi karya ilmiah. Dalam kesempatan ini, Fajar mempresentasikan karyanya yang berjudul “Ekoteologi Tani untuk Pemberdayaan Desa Srimartani, Bantul. Dimana dalam papernya ia menjabarkan bagaimana strategi pemberdayaan masyarakat desa dengan nilai-nilai kearifan sebagai ruh dalam membangun desa yang lebih baik. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pengabdian masyarakat ke Gunung Kidul. Lalu pada puncaknya adalah acara penyerahan penghargaan kepada best paper ataupun best speaker pada masing-masing divisi.

Berbagai macam persiapan yang dilakukan oleh Fajar penuh perjuangan. Di tengah padatnya jadwal perkuliahan, Fajar berusaha membagi waktu antara kuliah dan juga mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi ini. Bakat public speaking yang dimilikinya selalu diasah dalam berbagai kesempatan, contoh kecilnya adalah pada saat presentasi di kelas. Selain itu, Fajar juga aktif dalam berbagai organisasi seperti LP2KIS (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan KOPMA UIN Sunan Kalijaga) dan Rumah Kearifan yang menjadi wadah baginya untuk meningkatkan skill public speaking.

Usaha yang dilakukan Fajar kini mengantarkannya menjadi best speaker dalam ajang bergengsi Simposium Nasional. Baginya, semua hal yang dilakukannya selalu diniatkan untuk belajar dan terus belajar. “Saya meniatkan segala sesuatu untuk belajar. Ketika saya meniatkannya untuk belajar, maka saya akan sungguh-sungguh. Apapun hasilnya tidak akan mengecewakan saya sebab itu adalah bagian dari proses saya belajar. Kita harus selalu berusaha dan berdo’a, hasilnya cukup serahkan pada Allah semata,” pungkasnya. (IYA)