Berlomba Membangun Kiprah di Dunia Penulisan Artikel, Dua Mahasiswa Sosiologi Memberi Bukti Jadi Juara

Sertifikat Lomba Muhammad Ghufron dalam kompetisi esai nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi Ag
Mahasiswa Progam Studi Sosiologi Agama, Muhammad Ghufron dan Yusup Nurohman menujukkan kiprah dan kualitasnya melalui kejuaraan menulis. Muhammad Ghufron menjadi juara dua dalam kompetisi esai nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan mengusung tema "Mempertanyakan Kembali Posisi Sosiologi Agama di Tengah Arus Masyarakat Digital". Adapun Yusup Nurohman berhasil meraih juara dua dalam kompetisi menulis artikel yang diselenggarakan oleh Aliansi Pemberdayaan Generasi Muda (APGM) Indonesia pada Agustus lalu dengan judul artikel “Mengembalikan Marwah Kemerdekaan yang Merdeka”. Dalam karyanya, ia ingin menuangkan gagasan dan pandangan dengan tema kemerdekaan yang dikorelasikan dengan moderasi beragama dan pendidikan multikultural.
Keduanya merupakan mahasiswa yang aktif dalam menulis. Kemampuan dan produktivitas dalam menulis tentu saja tidak diperoleh secara instan. Ucup (panggilan Yusup Nurohman) mengakui bahwa butuh ketekunan yang panjang hingga terbiasa untuk melakukan observasi dan analisis kritis terhadap isu-isu yang dianggapnya menarik menghasilkan karya yang membuatnya juara. “Perjuangan saya dimulai dengan riset lalu memperdalam kembali materi dan review materi kuliah seputar Sosiologi dan moderasi beragama yang dikaitkan dengan kemerdekaan Indonesia. Alhamdulillah saya sangat senang, kompetisi ini dapat menambah pengalaman saya dalam dunia kepenulisan dan menjadi motivasi saya untuk terus menulis”, kesan Ucup. Kemenangan yang didapat ini tak lantas membuat Ucup cepat berpuas diri. Ia tetap terus belajar untuk karya yang lebih baik.
Hal yang sama juga dirasakan dan disampaikan oleh Muhammad Ghufron. "Kalau misalnya cape atau pikiran lagi stuck ya istirahat dulu, bisa sekedar ngobrol sama teman. Setelah itu baru lanjut menulis lagi. Butuh waktu sekitar satu bulan untuk menyelesaikan semua itu", ungkap Ghufron. Oleh karena itu konsisten dan telaten adalah kunci untuk meraih apa yang dicita-citakannya. Ia turut mengajak teman-teman mahasiswa untuk tetap semangat dan lebih giat lagi dalam mengeksplor diri. Menurutnya, setiap orang memiliki potensi masing- masing sehingga tidak perlu terpaku pada pencapaian orang lain. Fokus pada potensi diri adalah langkah awal untuk menggapai harapan kita ke depan.
Upaya dan ketelatenan menulis menjadi kunci keberhasilan yang sudah mereka raih. Prestasi mereka tentu saja tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, namun turut mengharumkan nama Prodi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang mampu membentuk mahasiswa berprestasi. Apa yang dilakukan dan diraih oleh Ghufron dan Yusup menjadi pemantik positif bagi mahasiswa lainnya. IYA.