Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sosiologi Berdayakan Masyarakat Kampung Code

Pemukiman di bantaran Sungai Code memiliki sejarah panjang. Awal mulanya, orang yang mukim di sana menggunakan kardus bekas sebagai konstruksi rumah. Sehingga saat musim hujan tiba, rumahnya ikut hanyut. Tempat ini juga sempat diwacanakan akan direlokasi oleh pemerintah, namun masyarakat setempat menolaknya. Romo Mangun, seorang arsitek yang memiliki kepedulian sosial, membangun dan menata tempat ini sampai layak huni. Tempat ini sekarang dikenal sebagai Kampung Code.

Meskipun sudah layak huni, masyarakat di Kampung Code masih menyisakan berbagai problem sosial, diantaranya edukasi yang belum maksimal, pemudanya kurang bergerak aktif, dan hilangnya figur sebagai panutan. Oleh karena itu, Program Studi Sosiologi Agama, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memilih tempat ini sebagai salah satu objek yang perlu diberdayakan melalui Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Ada lima mahasiswa yang ditempatkan di sana untuk memberdayakan masyarakat di Kampung Code.

Adapun program pemberdayaan yang dilakukan antara lain mengadakan kegiatan belajar bersama, menghidupkan kembali belajar mengaji (TPA), pelatihan leadership, dan pelatihan pembuatan proposal. Selain itu juga dibuatkan akun media instagram dan youtube untuk mempromosikan Kampung Code kepada khalayak umum.

Masyarakat memberi sambutan positif atas program-program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bang Gandung sebagai pendamping pemuda di Kampung Code mengatakan bahwa pemuda di sana jadi lebih semangat, kegiatanya juga menjadi lebih terstruktur. Bahkan, dampak langsung yang bisa dirasakan dari program KKL melalui aktivasi dan pengelolaan akun Instagram dan Youtube adalah kunjungan dari mahasiswa adan akademisi Jurusan Arsitektur UPN Jaya Tangeran. Dengan demikian, program-program yang telah dilakukan melalui inisiasi mahasiswa KKL Sosiologi Agama ini diharapkan mampu memberi dampak positif berkelanjutan bagi pemuda di Kampung Code. (Ahmad Sugeng Riady)