Mahasiswa Sosiologi Agama Kembangkan Objek Wisata Di Telogo Potorono Melalui Program Pemberdayaan

Pembuatan petunjuk (plang) oleh mahasiswa KKL Sosiologi Agama
Telaga Potorono merupakan objek wisata baru. Telaga ini dibuat pada tahun 2017 dengan biaya dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Letak telaga ini berada di antara pemukiman warga, tepatnya di Dusun Salakan, Desa Potorono, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Sebagai objek wisata baru, telaga ini cukup ramai pengunjung. Hal itu didukung oleh retribusi yang murah yaitu biaya parkir.
Kendati sudah cukup populer sebagai obyek wisata, Telaga Potorono masih menyisakan beberapa persoalan terkait dengan fasilitas wisata yaitu belum adanya petunjuk arah menuju telaga, kondisi tepi telaga yang masih gersang, dan belum maksimalnya fasilitas taman baca. Berdasarkan problem tersebut, Mata Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Program Studi Sosiologi Agama merupakan sarana pembelajaran yang menugaskan beberapa mahasiswa untuk memberdayakan Telaga Potorono agar menjadi salah satu destinasi wisata pilihan di Yogyakarta.
Adapun beberapa program yang diselenggarakan disesuaikan dengan problem yang ada yaitu membuat petunjuk untuk menuju ke Telaga Potorono, mengadakan program penghijaun di tepi telaga. Tujuannya agar pengunjung bisa nyaman menikmati keindahan Telaga Potorono. Program terakhir melakukan pengadaan buku bacaan. Buku-buku ini selain untuk mengisi taman baca, juga berfungsi sebagai edukasi pengunjung ke tempat wisata.
Masyarakat memberi sambutan baik dengan berbagai program yang telah diselenggarakan. Salah satu masyarakat di sekitar Telaga Potorono mengatakan, “program seperti ini baik Mas. Selain telaga ini bisa diketahui dan dinikmati oleh masyarakat luas, juga bisa sebagai tempat untuk memperoleh rezeki (peningkatan ekonomi)”. Harapannya, melalui program-program tersebut, Telogo Potorono bisa berkembang dan memberi manfaat positif kepada masyarakat disekitarnya. (Ahmad Sugeng Riady)