Masjid Al-Ikhlas Somodaran Sebagai Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Masjid menjadi tempat bagi umat Islam untuk beribadah. Di sisi lain, masjid juga memiliki fungsi sebagai tempat interaksi sosial dan edukasi. Seperti Masjid Al-Ikhlas yang terletak di Desa Somodaran, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Masjid ini di bangun oleh masyarakat Padukuhan Somodaran antara tahun 1979/1980.

Melalui Mata Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Program Studi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, masjid Al-Ikhlas Somodaran dipilih sebagai tempat pembelajaran lapangan bagi mahasiswa. Selain sebagai pembelajaran, mahasiswa juga diarahkan untuk mengambil peran memberdayakan masyarakat di sekitar masjid.

Adapun untuk peran pemberdayaannya, sejumlah mahasiwa membuat program yang didasarkan pada klasifikasi usia di masyarakat yang ada di sekitar masjid. Program untuk usia anak-anak diantaranya pendampingan belajar Al-Quran, pembenahan sistem kurikulum, dan membuat kegiatan out bond. Sedangkan program untuk kaum pemuda yakni menyelenggarakan seminar dengan tema Optimalisasi Peran Pemuda dan Kepekaan Sosial di Era Milenial. Seminar ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 April 2019 di Masjid Al-Ikhlas Somodaran. Narasumber dari LP2KIS (salah satu lembaga di Koperasi Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga) turut diundang untuk mengisi seminar tersebut.

Saran program selanjutnya adalah ibu-ibu yang berada di sekitar masjid. Adapun programnya yaitu Pelatihan Daur Ulang Limbah dengan narasumber Butik Daur Ulang dari Project B. Pelatihan ini diselenggarakan pada hari Minggu, 28 April 2019 dan dihadiri oleh 52 ibu rumah tangga. Produk yang dihasilkan dari pelatihan ini, antara lain gantungan kunci dari hasil olahan sampah plastik. Harapannya melalui pelatihan ini para ibu rumah tangga di sekitar lingkungan Masjid Al Ikhlas Somodaran menjadi lebih produktif dan mampu mengurangi sampah anorganik dengan mengubahkan menjadi barang daur ulang.

Semua program-program yang telah dilaksanakan memperoleh respon yang baik, terlihat dari antusiasme masyarakat untuk mengikuti setiap penyelenggaraan program tersebut. Harapannya, program-program seperti ini bisa memberi efek positif jangka panjang bagi masyarakat di sekitar Masjid Al-Ikhlas Somodaran (Ahmad Sugeng Riyadi).