Kaprodi Sosiologi Agama Bahas Keberagamaan Generasi Milenial di TV, Radio, dan Media Sosial Taiwan

Kajian Ba'da Tarawih yang disiarkan langsung melalui saluran Youtube
Topik mengenai anak muda memang menjadi diskusi yang menarik, terutama di Indonesia. Hal itu mengingat angkatan muda Indonesia memang terus meningkat jumlahnya. Bahkan tahun 2020 Indonesia mendapat berkah bonus demografi seiring dengan rasio angkatan muda yang cukup signifikan. Angkatan muda era ini yang kerap dijuluki sebagai generasi milenial tentu menjadi keuntungan sekaligus tantangan bagi bangsa. Apalagi mereka hidup di era digital sehingga bersinggungan dengan aktivitas virtual dalam keseharian terutama dalam konteks keberagamaan. Jika tidak diarahkan dengan baik, tentu potensi keuntungan justru akan berimbas sebaliknya.
Seiring dengan kondisi demikian, keberagamaan generasi milenial menjadi topik yang dibahas oleh Dr. Adib Sofia, S.S., M.Hum (Kaprodi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dalam acara Kajian Ba’da Tarawih yang diselenggarakan oleh Pesantren Virtual Surya Formosa Taiwan. Pada kajian yang diselenggarakan pada 20 Mei 2020 pukul 21.30 waktu Taiwan atau pukul 20.30 WIB tersebut, Adib Sofia menerangkan,”Generasi milenial memiliki sejumlah kelebihan, seperti berani mencoba hal baru, kaya akan informasi, dan multi-tasking. Akan tetapi, jika tidak berhati-hati akan terjebak pada kecanduan gadget, kemalasan, pengetahuan yang “gado-gado”, serta materialistik. Keadaan ini akan berpengaruh pada kehidupan beragama generasi milenial.
Kajian Ba’da Tarawih dikemas secara virtual menggunakan aplikasi Zoom Meeting dan disiarkan secara streaming melalui media yang dikelola oleh masyarakat Muhammadiyah di Taiwan seperti TV, Radio, Facebook, Twitter dan YouTube Surya Formasa. Akses yang mudah dan terbuka serta topik yang kekinian rupanya menarik banyak minat untuk berpartisipasi. Hal itu dilihat dari peserta yang turut serta menyimak dan bertanya pada sesi diskusi, yang mayoritas merupakan kalangan milenial.
Dalam kajian yang diikuti oleh laki-laki dan perempuan itu, Adib Sofia menekankan peran perempuan yang sangat penting dalam mengawal pembentukan kepribadian generasi Y dan Z. Komitmen yang kuat dan kesadaran “kesalingan” antara perempuan dan laki-laki, baik dalam keluarga maupun masyarakat, menurutnya akan lebih cepat mendorong terbentuknya kepribadian generasi milenial yang unggul. Adib juga menguraikan sejumlah adab dalam bersosial-media. Ia berpesan agar hakikat Islam sebagai agama yang cinta damai harus terus dipegang oleh pengguna media-sosial di mana pun berada. (RI)