Swab Chamber dari Sosiologi Agama untuk Gugus Siaga Covid-19 di Bantul

Dr. Munawar Ahmad menyerahkan swab chamber kepada pelaksana tugas Bambang Puji di Puskesmas Bambanglipuro Bantul
Keberadaan swab chamber dari relawan COVID-19 akan sangat membantu dalam penanganan pasien Corona di Bantul. Swab chamber memudahkan dokter melakukan pemeriksaan swab test pasien untuk PCR (Polymerase Chain Reaction). Hal itu karena swab chamber mampu mengurangi kontak langsung dengan pasien. Sejauh ini, banyak lembaga yang memproduksi swab chamber dengan berbagai bentuk dan harga, baik yang sederhana hingga yang lengkap, berbanding lurus dengan harganya. Mahalnya harga swab chamber, menjadi kendala bagi puskesmas di daerah yang minim bantuan. Apalagi peralatan untuk membuatnya pun harus didatangkan dari kota.
Sehubungan dengan kondisi demikian, Dr. Munawar Ahmad, dosen Sosiologi Agama, berinisiatif membuat swab chamber yang moveable, ringan, dan harganya terjangkau bagi rumah sakit atau puskesmas di pelosok. Bersama dengan rekannya, Ir. Aldi, M.Sc., keduanya merakit swab chamber berbahan kayu dan mika. Secara kolaboratif, keduanya melakukan riset berbagai bentuk swab chamber yang pernah dibuat di Cina, Korea, Jepang dan Indonesia sendiri. Hal tersebut dilakukan guna menemukan bentuk swab chamber yang ergonomis, moveable, dan bisa dibuat di pelosok terpencil. Setelah seminggu melakukan riset pada berbagai media, Dr. Munawar Ahmad dan Ir. Aldi, M.Sc. mulai membeli bahan-bahan yang diperlukan seperti reng kayu, plastik mika tebal, disposal glove dan papan triplek.
Proses perakitan dilakukan selama 5 hari, mulai dari pembuatan frame chamber, pemasangan mika, dan pemasangan dispossal glove pada lubang pemeriksaan. Akhirnya swab chamber dengan ukuran panjang 1,2 m, lebar 1 m dan tinggi 1,8 m serta berat 25 kilogram, dapat dibuat dan diuji coba secara baik. Dengan ruang periksa dengan luas 1,2 m2, menjadikan ruang di dalam terasa lega dan tidak panas, meskipun berbalut mika yang rapat.
Ruang kerja dengan belalai tangan yang lebar dan didesain dengan metode lepas-pasang, sehingga memudahkan penggantian sarung tangan jika diperlukan untuk diganti. Selanjutnya, di depan chamber terlekat meja periksa tempat menyimpan berbagai peralatan periksa. Hal itu menjadikan swab chamber lebih compact, ringan, dan tentu sesuai dengan syarat pokok sebuah swab chamber.
Hasil rakitan swab chamber kemudian diserahkan kepada pihak Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Puskesmas Khusus Covid-19, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, pada Selasa, 2 juni 2020. Bersamaan dengan itu, didonasikan pula 40 set hazmat dari donatur Shopia Media Jakarta yaitu lembaga sosial yang bergerak dalam bidang kesehatan. (RI).