Program Studi Sosiologi Agama mendorong KKN berkelanjutan berbasis Sdgs

Program Studi Sosiologi Agama terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berkelanjutan dengan mengacu pada prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan di masyarakat.

Ketua Program Studi Sosiologi Agama Dr. Mahatva Yoga Adi Pradana, M. Sos, menyampaikan bahwa KKN tidak lagi sekadar kegiatan pengabdian masyarakat yang bersifat temporer, tetapi harus mampu menciptakan dampak jangka panjang. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya hadir, tetapi juga meninggalkan program yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dalam implementasinya, mahasiswa didorong untuk merancang program KKN yang terintegrasi dengan tujuan SDGs, seperti pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, serta pelestarian lingkungan. Pendekatan ini juga menekankan pentingnya pemetaan sosial berbasis riset agar program yang dijalankan tepat sasaran.

Beberapa program unggulan yang telah dijalankan antara lain pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, edukasi literasi digital, serta penguatan nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Selain itu, mahasiswa juga dilibatkan dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan, seperti program bank sampah dan pertanian ramah lingkungan.

Mahasiswa peserta KKN mengaku mendapatkan pengalaman berharga melalui pendekatan berbasis SDGs ini. “Kami belajar memahami masalah masyarakat secara lebih komprehensif dan mencari solusi yang tidak hanya instan, tetapi juga berkelanjutan,” kata salah satu peserta.

Program Studi Sosiologi Agama berharap model KKN berbasis SDGs ini dapat menjadi contoh bagi program studi lain dalam mengembangkan pengabdian masyarakat yang lebih strategis dan berdampak luas. Dengan sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat, diharapkan tujuan pembangunan berkelanjutan dapat tercapai secara lebih optimal di tingkat lokal.