Gerakan Cinta Lingkungan Kampus Dalam Aksi Kolektif Mahasiswa Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam Mewujudkan Ekologi Berkelanjutan
Kesadaran Ekologis di lingkungan akademik kembali ditegaskan melalui sebuah gerakan kolektif bertajuk Gerakan Cinta Lingkungan Kampus yang diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai aksi bersih-bersih semata, melainkan sebagai praktik sosial yang merefleksikan relasi antara manusia, lingkungan, dan nilai-nilai etis dalam kehidupan kampus. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 21 April 2026, diawali dengan sesi pemaparan materi pada pukul 09.00 WIB. Dalam sesi ini, peserta dibekali pemahaman konseptual mengenai urgensi pelestarian lingkungan dari perspektif Sosiologi Agama sebuah pendekatan yang melihat lingkungan sebagai bagian integral dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia. Setelah sesi pengantar, peserta secara kolektif bergerak pada pukul 10.00 WIB untuk melaksanakan aksi lapangan.
Rangkaian kegiatan dirancang secara sistematis dan partisipatif. Mahasiswa melakukan aksi pengambilan sampah di berbagai titik strategis kampus, dilanjutkan dengan proses pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik kemudian diolah menjadi kompos melalui metode sederhana berbasis keberlanjutan, sementara sampah anorganik, khususnya botol plastik, dikumpulkan untuk diproses lebih lanjut sebagai bagian dari upaya daur ulang. Aktivitas ini mencerminkan penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam skala mikro di lingkungan pendidikan.
Rute kegiatan dimulai dari halaman Fakultas Ushuluddin, kemudian berlanjut ke taman tengah kampus, area perpustakaan, kawasan masjid dan kantin, hingga Gedung Multi Purpose, sebelum akhirnya kembali ke titik awal. Pemilihan rute ini tidak hanya mempertimbangkan aspek kebersihan visual, sehingga dampak kegiatan dapat dirasakan secara lebih luas.
Secara sosiologis, gerakan ini merepresentasikan bentuk collective action yang berakar pada kesadaran bersama akan pentingnya keberlanjutan lingkungan. Keterlibatan aktif mahasiswa menunjukkan adanya transformasi nilai dari sekadar wacana menuju praktik nyata. Dalam konteks pendidikan tinggi, inisiatif semacam ini menjadi indikator penting dari internalisasi nilai-nilai ekologis dalam kehidupan akademik.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa institusi pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai ruang produksi pengetahuan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu mendorong praktik hidup berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan dimensi intelektual dan aksi konkret, mahasiswa Sosiologi Agama berhasil menghadirkan model gerakan lingkungan yang tidak hanya simbolik, tetapi juga transformatif.
Gerakan ini mengajak seluruh elemen kampus untuk turut ambil bagian dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Sebagaimana disuarakan dalam kegiatan tersebut, langkah kecil yang dilakukan hari ini merupakan fondasi bagi terciptanya lingkungan yang lebih baik di masa depan.