PENGUATAN LABORATORIUM SOSIOLOGI AGAMA : MENUJU LABORAN UNGGUL BERKUALITAS

Pada hari Jumat, 29 Mei 2026, Laboratorium Sosiologi Agama (LABSA) mengadakan penguatan Laboratorium dalam rangka meningkatkan kualitas laboratorium tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk mengabarkan ke semua mahasiswa bahwa Laboratorium Sosiologi Agama ini adalah wadah pengembangan yang sangat berkualitas untuk mendalami isu-isu terkait Sosiologi Agama. Dihadiri oleh Tim Asesor untuk meninjau bagaimana kelayakan LABSA bisa disebut sebagai Laboratorium. Fasilitas yang tersedia di LABSA antara lain Komputer, Referensi baik Buku maupun Jurnal Ilmiah, Ruang Baca, Alat Peraga Pemberdayaan Masyarakat, Alat Peraga Peta Pemikiran Sosiologi dan Sosiologi Agama, dan masih banyak lagi. Fasilitas-fasilitas tersebut tentunya menjadi penunjang dalam mengembangkan keilmuan terkait kemasyarakatan. Berbagai referensi karya Karl Marx, Auguste Comte, Sigmund Freud, Max Weber, dan Emile Durkheim tersedia di sini sebagai sumber rujukan utama dalam kajian Sosiologi. Ruang Baca didesain sedemikian rupa agar para pengunjung dapat menikmati bacaan Sosiologi dengan nyaman. Alat Peraga Pemberdayaan Masyarakat dipajang untuk memberi gambaran bahwa dalam memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan berbagai cara yang dirangkum dalam SDGs. Alat Peraga Peta Pemikiran Sosiologi dan Sosiologi Agama dipajang untuk memberi pemahaman bahwa Sosiologi ini memiliki alur keilmuan dan sejarah yang panjang, sehingga terbentuklah Sosiologi dan manfaatnya terasa sampai sekarang. LABSA juga menyediakan komputer untuk membantu mencari referensi secara digital yang sumber fisiknya belum cukup memadai atau bahkan tidak ada yang dicari di LABSA bagi pengunjung. Dimonitori oleh Ibu Hikmalisa, S. Sos., M. A. dan Rohadatul Aisy, S. Sos. proses penguatan LABSA berjalan lancar. Penjelasan fasilitas-fasilitas yang tersedia dari pihak LABSA membuat Tim Asesor semakin terkesima dengan kualitas Laboratorium. Dengan meningkatnya kualitas LABSA, diharapkan anggotanya semakin aktif dalam membangun LABSA sebagai wadah pengembangan keilmuan. Laboran yang berkualitas tentunya disertai dengan etika keilmuan yang membumi. Menunjukkan bahwa Sosiologi masih sangat dibutuhkan dalam kehidupan khususnya industri.