LABSA RESEARCH CLINIC
Rabu, 9 September 2026, laboratorium Sosiologi Agama (LABSA) menyelenggarakan acara Research Clinic yang bertempat di ruang 305 Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI). Acara Research Clinic ini bertujuan untuk menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa dan dosen dalam mengembangkan penelitian ilmiah yang sedang dilakukan mahasiswa. labsa Research Clinic dilaksanakan dengan mempresentasi hasil dan/atau rancangan penelitian yang sedang dilakukan oleh beberapa mahasiawa terpilih yang telah melewati proses seleksi. Kegiatan labsa reserch clinic ini turut dihadiri oleh tamu istimewa yaitu Martin Slama seorang peneliti senior di Institut Antropologi Sosial, Akademi Sains Austria, dan secara rutin mengajar di Departemen Antropologi Sosial dan Budaya Universitas Wina, selain itu beliau juga telah mulai melakukan penelitian di Indonesia lebih dari 20 tahun. Acara dibuka oleh Ibu Hikmalisa, S.Sos., M.A. dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Prof. Dr. H. Robby Habiba Abror, S.Ag., M.Hum. Selaku Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) dan pembukaan terakhir yaitu prakata yang disampaikan oleh Martin Salama.
Presentasi pertama membahas terkait representasi media menjadi imajinasi menjadi ekspektasi lalu menjadi realitas. Presentasi tersebut dibawakan oleh Hudzaifa, mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama dengan memaparkan penelitian berjudul “The Eiffel Tower and The Imaginary of Paris; a Roland Barthesian Semiotic Analysis of Paris Syndrome”. Hudzaifah menjelaskan latar belakang penelitian ini dikarenakan sekarang ini terdapat fenomena menara Eiffel yang pada realitasnya adalah sebuah bangunan arsitektur menara namun dijadikan sebagai ikon budaya internasional, seolah menjadi sesuatu yang paling indah dibanding bangunan arsitektur lain, terlebih ketika Eiffel diposting dalam akun sosial media. Fenomena ini dikaji menggunakan teori semiotika Barthes dan mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa terdapat tiga bentuk utama dari representasi menara Eiffel, yaitu romantisme, ruang sosial, dan tanda budaya.
Presentasi yang kedua dilakukan oleh Ummu Kultsum, mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama dengan memaparkan penelitian berjudul "Pandangan Keagamaan Pemain Muslimah terhadap Pengalaman Bermain Gim Otome Love and Deepspace". Kultsum menjelaskan bahwasanya penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya gim online, termasuk gim Otome yang didesain khusus untuk perempuan, di mana muslimah menjadi salah satu kelompok yang turut memainkan gim otome Love and Deepspace (LADS), sementara kajian mengenai bagaimana identitas dan latar belakang keagamaan membentuk cara muslimah memaknai konten romansa dewasa dalam gim tersebut masih terbatas; menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap muslimah pemain LADS, penelitian ini menemukan bahwa narasumber memiliki alasan yang beragam dalam memutuskan bermain LADS, dan bahwa identitas keagamaan mereka tidak serta-merta menjadi penghalang, melainkan sebagian memilih melakukan negosiasi terhadap identitas keagamaannya.
Presentasi yang ketiga dilakukan oleh Rohadatul Aisy, mahasiswa Program Studi Magister Sosiologi Agama dengan memaparkan penelitian berjudul "Pemaknaan Seserahan Pernikahan Sebagai Simbol Gengsi dan Status Sosial di Kabupaten Pati". Aisy menjelaskan latar belakang penelitian ini digunakan untuk menelusuri pergeseran dari budaya adat menjadi ajang untuk persaingan status sosial. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan field research etnografi dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pasangan pengantin, keluarga, tokoh adat, dan penyedia seserahan, mengkaji transformasi makna seserahan pernikahan di tengah modernisasi, dari simbol kesungguhan dan penyatuan dua keluarga menjadi arena pertunjukan status sosial melalui fenomena "seserahan sultan". Penelitian ini menyimpulkan bahwa seserahan di Kabupaten Pati merupakan simbol multidimensi yang merupakan hasil negosiasi antara norma adat, kemampuan ekonomi, aspirasi pasangan, dan pengaruh media sosial.
Presentasi yang Terakhir dilakukan oleh Firman Dwi Aditya, mahasiswa Program Studi Magister Sosiologi Agama dengan memaparkan penelitian berjudul "Beliving, Belonging, and Becoming; a Case Study of Social Adaptation Among Muslim With Same Sex Attraction in Straight Struggle Server”. Penelitian ini mengisi kesenjangan kajian mengenai Muslim dengan ketertarikan sesama jenis (Same-Sex Attraction) yang selama ini berfokus pada identitas internal dan kesehatan mental, dengan mengkaji adaptasi sosial nyata mereka menggunakan server Discord "Straight Struggle" sebagai basis rekrutmen, dianalisis melalui strategi Impression Management Goffman dan model J-Curve Allport/Oberg yang menggambarkan penurunan tajam, titik krisis, hingga pemulihan menuju keseimbangan baru; melalui studi kasus kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi digital, penelitian ini menemukan faktor pendukung berupa komunitas digital anonim, pembingkaian spiritual, dan intervensi kesehatan mental, serta hambatan berupa tekanan emosional, ketakutan penolakan, dan lingkungan yang tidak ramah, dengan proses adaptasi bergerak dari kebingungan dan penyangkalan, titik terendah berupa depresi, pemulihan melalui komunitas afirmatif, hingga penerimaan radikal dan pengalihan energi ke devosi keagamaan dan kehidupan yang sehat.
Kegiatan presentasi hasil penelitian ini memberikan manfaat bagi peserta dalam memperluas wawasan mengenai keragaman isu dan pendekatan dalam kajian sosiologi agama, mulai dari relasi antara identitas keagamaan dan budaya populer digital, transformasi makna tradisi lokal, adaptasi sosial kelompok minoritas, hingga analisis semiotika atas representasi media. Selain itu, forum ini melatih kemampuan penyaji dalam menyusun argumen akademik, mempertanggungjawabkan metodologi penelitian, serta merespons kritik dan masukan secara ilmiah. Bagi peserta lain, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk memahami penerapan teori sosial seperti modal simbolik Bourdieu, impression management Goffman, dan semiotika Roland Barthes dalam konteks penelitian empiris.
Testimoni dari salah satu presentator: Seneng banget bisa memaparkan materi hasil penelitian dan dapet banyak feedback dari Pak Martin Slama karena bagi mahasiswa S1 seperti kami memang sangat dibutuhkan pendalaman tentang apa yang harus diteliti kedepannya apalagi kami masih belajar menjadi peneliti. Terima kasih (Wawancara dengan Hudzaifa - 14 September 2026; jam 10.44)