Menjawab Tuntutan Tren Akademik, LABSA Selenggarakan Workshop Manajemen Referensi

Dunia akademik memang dihadapkan pada kian berkembangnya teknologi. Hal ini tidak terlepas dari masifnya sumber-sumber yang bisa diakses secara elektronik seperti jurnal elektronik (open journal system), buku elektronik (e-book) dan sejenisnya. Masifnya referensi elektronik juga kian menuntut adanya manajemen referensi secara elektronik seperti Zotero dan Mendeley. Keduanya kerap dimanfaatkan oleh para akademisi atau penulis guna mempermudah pengelolaan referensi dari jurnal atau referensi lainnya. Tidak hanya bagi akademisi, mahasiswa pun sangat disarankan untuk menggunakan manajemen referensi Zotero atau Mendeley dalam penyusunan tugas kuliah maupun tugas akhir. Hal itu guna mempermudah mereka dalam menulis sumber sitasi dan menyimpan referensi yang diperoleh secara daring.

Berdasar pada tuntutan akademik tersebut, Laboratorium Sosiologi Agama bersama dengan Program Studi Sosiologi Agama menyelenggarakan Workshop Manajemen Referensi Zotero dan Mendeley. Dilaksanakan di ruang Smart Room Lantai 2 Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 23 Januari 2019, workshop ini menghadirkan Rezza Maulaza, M.A. sebagai narasumber. Reza Maulana adalah alumni Sosiologi Agama yang berpengalaman menjadi staf pengelolaJurnal Al Jami’ah UIN Sunan Kalijaga. Dr. Rr. Siti Kurnia Widiastuti, S.Ag., M.Pd., M.A. (Ketua Laboratorium Sosiologi Agama) mengungkapkan bahwa workshop ini sengaja diselenggarakan untuk alumni dan mahasiswa, agar ke depannya terbiasa menggunakan aplikasi manajemen referensi seperti Zotero maupun Mendeley.

Pada dasarnya Zotero maupu Mendeley adalah aplikasi yang memudahkan siapapun dalam mengelola maupun mencatumkan sumber sitasi pada tulisan. “Penggunaan Zotero atau Mendeley memberikan empat puluh persen efisiensi dalam mengelola referensi dan mencantumkan sitasi pada tulisan dibandingkan dengan metode manual. Penggunaan manajemen referensi ini juga mampu mendeteksi adanya praktik plagiasi dengan melihat kesinkronan sitasi dengan bibliografinya,” jelas Reza.

Pentingnya manajemen referensi rupanya juga sangat disadari oleh para dosen. Oleh karena itu, workshop ini pun diselenggarakan dengan dua sesi. Sesi kedua diselenggarakan di hari sama, khusus untuk dosen di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Bertempat di Ruang Sidang Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, dosen-dosen dan pimpinan fakultas antusias mengikuti workshop. (RI)