Bukan Sekadar Tampil: 23 Anak Menemukan Ruang untuk Berani di CU Music Talent Show

Bagi sebagian anak, naik ke atas panggung mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun, bagi mereka yang berdiri di hadapan puluhan pasang mata pada Minggu (20/9/2026), beberapa menit itu menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa latihan yang dilakukan selama berbulan-bulan akhirnya memiliki ruang untuk dilihat dan dihargai.

Suasana tersebut hadir dalam CU Music Talent Show yang digelar di Chicken Crush Signature Kaliurang. Sebanyak 23 siswa dari jenjang TK hingga SMA tampil membawakan berbagai kemampuan musik yang mereka pelajari di CU Music, mulai dari piano, drum, hingga menyanyi. Mereka tidak hanya tampil di hadapan orang tua, tetapi juga di tengah pengunjung kafe yang menjadi penonton dalam ruang yang berbeda dari tempat mereka biasa berlatih.

Kegiatan ini menjadi pengalaman tersendiri bagi CU Music karena untuk pertama kalinya pertunjukan dilaksanakan di luar tempat bimbingan belajar. Founder Rumah Belajar Cendekia Utama sekaligus dosen Sosiologi Agama, Erham Budi Wiranto, S.Th.I., M.A., mengatakan bahwa perpindahan ruang tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak membangun keberanian.

“Ini merupakan acara pertama kita yang keluar dari tempat bimbel, semoga dengan diadakannya acara ini anak-anak kita bisa semakin percaya diri dan terus berkembang,” ujar Erham.

Panggung kemudian menjadi lebih dari sekadar tempat mempertunjukkan kemampuan bermusik. Anak-anak belajar berhadapan dengan lingkungan sosial yang lebih luas, dengan penonton yang tidak semuanya mereka kenal. Ada rasa gugup, perhatian yang tertuju kepada mereka, hingga keberanian untuk tetap menyelesaikan penampilan. Dalam situasi tersebut, proses belajar tidak hanya terjadi melalui materi musik, tetapi juga melalui pengalaman ketika seseorang berani menampilkan dirinya di hadapan orang lain.

Dukungan keluarga menjadi bagian penting dari suasana tersebut. Para orang tua tampak antusias menyaksikan penampilan anak mereka sembari mengabadikan momen menggunakan kamera telepon seluler. Di balik setiap rekaman, terdapat bentuk dukungan yang membuat panggung tersebut tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga ruang perjumpaan antara proses belajar anak dan apresiasi dari keluarga.

Salah satu penampilan yang turut mencuri perhatian datang dari seorang siswa penyandang disabilitas yang membawakan lagu “Bendera” dari Cokelat. Penampilan tersebut memperlihatkan bahwa kesempatan untuk tampil dan mengekspresikan diri tidak harus dibatasi oleh perbedaan kemampuan. Musik menjadi medium yang mempertemukan anak-anak dengan pengalaman dan latar belakang yang beragam dalam satu ruang pertunjukan.

Seorang guru CU Music mengungkapkan kebanggaannya terhadap penampilan para siswa. Meskipun persiapan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, anak-anak dinilai mampu menunjukkan keberanian untuk tampil di atas panggung.

“Saya sangat bangga dengan penampilan anak-anak untuk hari ini, dengan persiapan yang sedikit tetapi mereka sudah bisa tampil di atas panggung,” ungkapnya.