Tetap Berkiprah dan Berbagi Ilmu di Masa Pandemi

Flyer webinar dari masing-masing dosen
Pandemi Covid-19 memang membuat aktivitas masyarakat berubah dan serba terbatas. Salah satunya adalah aktivitas pendidikan yang harus meminimalisir sedemikian rupa aktivitas tatap muka. Kendati demikian, kita juga telah dimudahkan dengan adanya teknologi virtual yang memungkinkan siapa pun berkomunikasi secara kolektif.
Sarana teknologi virtual itu pula yang dimanfaatkan oleh para Dosen Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kendati pandemi membatasi hampir sebagian besar aktivitas, namun kreativitas harus tetap berjalan, transmisi ilmu juga tidak boleh mandeg. Mengingat pandemi Covid-19 juga menimbulkan problematika pada berbagai sektor. Oleh karena demikian, ruang-ruang diskusi harus dihidupkan guna mengulas topik kontemporer, terutama melalui jejaring virtual yang justru bisa diakses lebih luas dan terbuka.
Dosen-dosen Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga telah menunjukkan kiprahnya berbagi ilmu hingga lintas institusi selama masa pandemi,. Pertama, Dr. Moh Soehadha, S. Sos., M.Hum. yang pada 8 Juni 2020 lalu menjadi narasumber pada diskusi daring yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Bukitinggi. Pada kesempatan itu ia membahas terkait New Normal & New Paradigm: Krisis, Transisi, dan Adaptasi Budaya Sosial Keagamaan. Kedua, yaitu Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A. yang mengulas tentang perubahan perilaku beragama pada masa Covid-19 dan prediksi perubahan pada masa new normal. Topik itu disampikan pada Webinar Sosiologi Agama yang diselenggarakan oleh UIN Sumatera Utara pada 9 Juni 2020 lalu.
Kemudian dalam waktu dekat Prof. Dr. Phil. Al Makin, M.A. juga menjadi narasumber pada dua agenda webinar. Pertama, Webinar Nasional yang diselengarakan oleh Kerjasama Pusat Kajian Sosial, Agama, dan Gender Program Studi Sosiologi Agama UIN Sumatera Utara dengan Prodi Sosiologi Universitas Udayana Bali pada 18 Juni mendatang. Webinar tersebut mengangkat tajuk “Kontestasi Agama dan Sains di Masa Pandemi: Mungkinkah Berdamai?”. Kedua, Webinar yang akan diselenggarakan pada 23 Juni 2020 oleh Prodi Sosiologi Universitas Negeri Surabaya. Webinar tersebut mengangkat topik,”Peran Ilmu Pengetahuan dalam Pengambilan Keputusan Elit.”
Kiprah berbagi ilmu tersebut menunjukkan bahwa pemikiran ilmuwan Sosiologi Agama diperlukan untuk melihat realitas sosial-keagamaan secara lebih kontektual. Terutama jika dikaitkan dengan masa pandemi ini. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa keilmuan Sosiologi Agama memang memiliki posisi dan peran penting dalam mengurai problem kekinian. (RI)