Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Rilis Hasil Survei Indeks Kesalehan Ekologis DIY 2026, Raih Skor 80,10

Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta merilis temuan survei Indeks Kesalehan Ekologis (IKE) Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026 pada Rabu, 21 Oktober 2026. Hasil survei menunjukkan skor IKE DIY sebesar 80,10 dari skala 100, yang menggambarkan tingginya penghayatan nilai keagamaan masyarakat terhadap kepedulian lingkungan.

Kegiatan yang diselenggarakan melalui pemaparan hasil survei ini dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, jajaran BADAN PUSAT STATISTIKA (BPS) DIY, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kementerian Agama kabupaten/kota se-DIY, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam mempertemukan perspektif akademik, keagamaan, pemerintahan, dan lingkungan hidup untuk merespons persoalan ekologis secara kolaboratif.

Survei IKE DIY 2026 menjadi salah satu upaya akademik untuk memahami hubungan antara nilai-nilai keagamaan dan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui penelitian ini, kesalehan tidak hanya dipahami dalam konteks hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dikaji melalui tanggung jawab moral dan sosial manusia terhadap alam.

Melibatkan 511 Responden di Lima Kabupaten/Kota

Survei dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2026 oleh Program Studi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan melibatkan mahasiswa angkatan 2024 sebagai enumerator. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 511 responden berusia 17 tahun ke atas yang tersebar di lima kabupaten/kota di DIY, yakni Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta.

Instrumen penelitian mengukur enam dimensi kesalehan ekologis, yaitu spiritual, etis-moral, ritual, perilaku, sosial, dan reflektif-transformatif. Keenam dimensi tersebut digunakan untuk melihat bagaimana nilai keagamaan dipahami, dihayati, dan berkaitan dengan tindakan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Berdasarkan hasil survei, dimensi ritual-ekologis memperoleh skor tertinggi, yakni 81,35. Dimensi ini menggambarkan keterkaitan antara ibadah, ajaran, dan lembaga keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Sementara itu, dimensi sosial-ekologis memperoleh skor 79,46 dan reflektif-transformatif sebesar 79,53.

Sebanyak 51,7 persen responden berada dalam kategori kesalehan ekologis tinggi, sedangkan 47,6 persen berada dalam kategori sangat tinggi. Secara keseluruhan, 99,2 persen responden termasuk dalam kedua kategori tersebut.

Menelaah Hubungan Nilai Keagamaan dan Perilaku Lingkungan

Temuan survei menunjukkan bahwa rata-rata skor nilai spiritual dan etis-moral mencapai 80,26, sedangkan skor perilaku ekologis berada pada angka 79,72. Kedua angka tersebut relatif berdekatan, meskipun pada tingkat individu masih terdapat variasi antara nilai yang diyakini dan tindakan yang dilakukan.

Hasil analisis juga menunjukkan bahwa dimensi ritual merupakan satu-satunya dimensi yang menjadi prediktor bermakna bagi perilaku ekologis dalam model penelitian. Temuan ini memberikan ruang bagi kajian lebih lanjut mengenai peran praktik keagamaan dalam membangun kesadaran dan kebiasaan menjaga lingkungan.

Dari sisi karakteristik responden, pendidikan menunjukkan perbedaan skor. Responden berpendidikan sarjana memperoleh skor rata-rata 81,58, sedangkan lulusan SMP memperoleh skor 78,34. Adapun jenis kelamin, usia, pendapatan, dan status pernikahan tidak menunjukkan perbedaan skor yang berarti dalam penelitian ini.

Memperkuat Kolaborasi Akademik, Keagamaan, dan Lingkungan

Kehadiran Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama jajaran BPS,BRIN, DLHK, Kementerian Agama se-DIY, dan Kesbangpol memberikan konteks strategis bagi diseminasi hasil penelitian. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat membuka ruang dialog mengenai pemanfaatan hasil riset untuk memperkuat pendidikan lingkungan, membangun kesadaran ekologis berbasis keagamaan, serta mendorong kolaborasi lintas lembaga.

Dalam perspektif Sosiologi Agama, hasil survei ini memperlihatkan pentingnya mengkaji agama sebagai salah satu sumber nilai yang berkaitan dengan hubungan manusia dan lingkungan. Lembaga keagamaan, institusi pendidikan, pemerintah, dan komunitas masyarakat dapat menjadi ruang penting untuk mengembangkan kesadaran ekologis melalui pendidikan, praktik sosial, dan gerakan kolektif.

Temuan tersebut sekaligus menegaskan bahwa tingginya skor kesalehan ekologis perlu terus diikuti dengan penguatan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Upaya menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, mengelola sumber daya secara bertanggung jawab, dan membangun solidaritas sosial dalam menghadapi persoalan ekologis merupakan bagian dari tantangan keberlanjutan yang perlu diperhatikan bersama.

Catatan Metodologis

Penelitian ini menggunakan pemilihan wilayah secara purposif sehingga hasilnya merupakan gambaran indikatif mengenai kesalehan ekologis masyarakat DIY, bukan estimasi probabilistik penuh untuk seluruh populasi. Data juga berasal dari laporan diri responden pada satu waktu, sehingga hubungan antardimensi perlu dibaca sebagai keterkaitan, bukan hubungan sebab-akibat.

Survei IKE tidak dimaksudkan untuk menilai tingkat keimanan seseorang maupun membandingkan tingkat kepedulian lingkungan antaragama. Hasilnya diharapkan menjadi bahan akademik dan refleksi bersama untuk mengembangkan pendekatan pelestarian lingkungan yang memperhatikan dimensi spiritual, moral, sosial, dan perilaku masyarakat.

Melalui publikasi hasil survei ini, Program Studi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berupaya memperkuat kontribusi penelitian sosial-keagamaan dalam memahami tantangan ekologis kontemporer sekaligus mendorong pemanfaatan pengetahuan akademik bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Narahubung:
Dr. Mahatva Yoga Adi Pradana, S.IP., M.Sos.
Penanggung Jawab Survei Indeks Kesalehan Ekologis DIY 2026
Program Studi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Email: mahatva.pradana@uin-suka.ac.id