Membangun Tradisi Menulis: HMPSA Gelar Workshop

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”, demikian kutipan Pramodya Ananta Toer dalam buah karyanya Rumah Kaca (1988). Ungkapan tersebut senada dengan mahasiswa sebagai agen of change. Karena, tanpa menulis dan membaca, perubahan ke arah yang lebih baik hanya akan menjadi utopia. Oleh karena itu, untuk mewujudkan perubahan yang baik di kehidupan nyata, Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama (HMPS SA), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memulainya dengan menyelenggarakan kegiatan diskusi.

Diskusi kali ini mengusung tema ‘Workshop Kepenulisan Untuk Media Massa’. Workshop tersebut dilaksanakan di Teatrikal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada hari Jum’at, 19 Oktober 2018. Workshop ini dimulai pada jam 08.00 dan berakhir ketika menjelang masuk sholat Jum’at.

Workshop ini menghadirkan Naufil Istikhari (Esais dan Editor Cantrik Pustaka) dan Bernando J. Sujibto (Penulis dan Pengajar Founder Turtispirit) sebagai narasumber, dan M.K. Muawam (Mahasiswa Sosiologi Agama-15) sebagai moderatornya. “Tujuan diselenggarakannya workshop ini adalah untuk mewadahi mahasiswa khususnya Sosiologi Agama agar bisa menulis dengan baik di media-media yang sudah besar seperti Kompas, dan lain sebagainya”, tutur Firdaus Amirullah (Mahasiswa Sosiologi Agama-16) selaku ketua panita penyelenggara.

Naufil Istikhari mengatakan bahwa menulis itu dimulai dari seberapa greget kita untuk menulis. Selain itu, diperlukan juga kesabaran dan ketlatenan. Sebab banyak sekali penulis awal yang ingin segera eksis tanpa memenuhi syarat sebagai penulis. “Menulis itu merupakan proses, tidak bisa instan. Dan proses menulis itu sulit untuk berhasil, jika tidak diimbangi dengan daya baca yang kuat”, tegas Bernando J. Sujibto.

Banyak mahasiswa yang antusias mengikuti workshop ini. Terbukti dengan banyaknya mahasiswa yang ingin bertanya lebih jauh seputar kepenulisan ketika memasuki sesi tanya jawab. Selain itu, kuantitas yang hadir memang melebihi target panitia penyelenggara. Workshop ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara panitia dengan narasumber. (Sugeng)